• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, September 18, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

DemokrasiNews
19/07/2026
in Opini, Desa, Edukasi, Peristiwa, Sosial Budaya, Tokoh
Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Opini: Redaksi DemokrasiNews.co.id.

Lampung Timur, 19 Juli 2026 – Di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah, masyarakat Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, justru menunjukkan wajah asli budaya Lampung: Sakai Sambayan. Tradisi gotong royong yang diwariskan turun-temurun itu kembali hidup melalui pembangunan jalan permukiman yang sepenuhnya dibiayai dari swadaya dan iuran murni masyarakat.

Bagi warga, pembangunan jalan bukan sekadar mengejar infrastruktur yang layak. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan, upaya memperlancar aktivitas ekonomi petani, sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang telah lama menjadi identitas masyarakat pedesaan. Di Lampung, pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” bukan sekadar ungkapan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial.

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Penelusuran DemokrasiNews.co.id menemukan bahwa viralnya aksi gotong royong tersebut tidak dilandasi rasa kecewa terhadap pemerintah ataupun sebagai ajang pamer di media sosial. Sebaliknya, masyarakat telah lama memimpikan jalan lingkungan yang layak, lalu memilih bergerak bersama sesuai kemampuan mereka.

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Sayangnya, di tengah viralnya aksi tersebut muncul narasi yang menyesatkan seolah-olah warga tidak membayar pajak. Informasi itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Warga Desa Bandar Agung tetap memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun penghentian sementara pungutan tertentu, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun izin terkait pada sebagian wilayah register, berkaitan dengan kebijakan penataan kawasan hutan berdasarkan regulasi pemerintah yang berlaku. Persoalan inilah yang seharusnya dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah agar tidak memunculkan stigma negatif terhadap masyarakat.

Sebagian wilayah Desa Bandar Agung memang berada di kawasan Register Gunung Balak. Namun lokasi permukiman yang melakukan pembangunan jalan secara swadaya berada di area yang telah dihuni masyarakat dan memiliki dasar administrasi sesuai ketentuan. Karena itu, mengaitkan semangat gotong royong dengan tudingan pelanggaran kewajiban pajak merupakan penyederhanaan persoalan yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Fenomena ini justru menjadi cermin bagi pemerintah. Swadaya masyarakat bukanlah bentuk pembangkangan terhadap negara. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup ketika keterbatasan anggaran belum mampu menjawab seluruh kebutuhan pembangunan. Semangat itu seharusnya diapresiasi, didampingi, dan diperkuat, bukan dibiarkan berkembang tanpa kehadiran negara.

Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan hanya proyek pembangunan bernilai besar, tetapi juga kehadiran pemerintah di tengah warga. Kehadiran kepala desa, camat, pemerintah kabupaten hingga Pemerintah Provinsi Lampung untuk melihat langsung kondisi lapangan akan memberikan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menghadiri seremoni, rapat, atau kegiatan formal yang minim dampak terhadap kebutuhan masyarakat.

Keterbatasan fiskal memang menjadi kenyataan yang tidak dapat diabaikan. Masyarakat memahami bahwa pembangunan membutuhkan proses, perencanaan, dan kemampuan anggaran. Namun keterbukaan, komunikasi, serta kepedulian pemerintah tidak pernah bergantung pada besarnya APBD. Justru dalam situasi sulit, kehadiran pemimpin menjadi ukuran utama kualitas pelayanan publik.

Viralnya Sakai Sambayan di Desa Bandar Agung hendaknya dibaca sebagai energi positif, bukan ancaman politik. Ini merupakan kritik sosial yang disampaikan secara santun melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat mampu bergotong royong membangun jalan dengan hasil jerih payah sendiri, pemerintah semestinya menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat pemerataan pembangunan, dan membangun kembali kepercayaan publik.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal beton dan aspal. Pembangunan adalah tentang hadirnya negara di tengah masyarakat. Ketika rakyat telah menunjukkan semangat kebersamaan, pemerintah tidak boleh sekadar menjadi penonton. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui pidato dan seremoni, melainkan melalui kepedulian, kehadiran, dan tindakan nyata.( Redaksi Supriyono )


Berita Terkini

Muhammad Toyyib Mengabdikan 17 Tahun untuk Dakwah, Tetap Aktif di Usia 69
Tokoh

Muhammad Toyyib Mengabdikan 17 Tahun untuk Dakwah, Tetap Aktif di Usia 69

DemokrasiNews
17/09/2026
Hadapi Kekeringan, Bupati Qudrotul Ikhwan Ajak Masyarakat Gelar Sholat Istisqo
Peristiwa

Hadapi Kekeringan, Bupati Qudrotul Ikhwan Ajak Masyarakat Gelar Sholat Istisqo

DemokrasiNews
17/09/2026
PWI Lampung Bersama Pemkab Lampung Timur Bawa Potensi Way Kambas ke Panggung Nasional
Wisata

PWI Lampung Bersama Pemkab Lampung Timur Bawa Potensi Way Kambas ke Panggung Nasional

DemokrasiNews
15/09/2026
Pembunuhan Berencana di Lampung Timur Terungkap, Dua Tersangka Ditangkap Saat Hendak Kabur
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Berencana di Lampung Timur Terungkap, Dua Tersangka Ditangkap Saat Hendak Kabur

DemokrasiNews
15/09/2026
IJTI Krakatau Raya Resmi Berdiri, Heri Fulistiawan Pimpin Jurnalis TV Lampung Selatan-Lampung Timur
Peristiwa

IJTI Krakatau Raya Resmi Berdiri, Heri Fulistiawan Pimpin Jurnalis TV Lampung Selatan-Lampung Timur

DemokrasiNews
15/09/2026
Polisi Tembak DPO Curanmor Lampung Timur Saat Melawan dan Coba Kabur
Hukum & Kriminal

Polisi Tembak DPO Curanmor Lampung Timur Saat Melawan dan Coba Kabur

DemokrasiNews
13/09/2026

Related News

Satgas Kembali Kuasai Aset Eks BLBI di Karet Tengsin dan Pondok Indah

Satgas Kembali Kuasai Aset Eks BLBI di Karet Tengsin dan Pondok Indah

11/09/2021
Pakai Barcode Ilegal, Pelaku Penimbun Solar Subsidi Ditangkap di Lampung Timur

Pakai Barcode Ilegal, Pelaku Penimbun Solar Subsidi Ditangkap di Lampung Timur

21/11/2025
Babinkamtibmas, Babinsa dan Pemdes Negeri Katon Sampaikan Intruksi Bupati ke Masyarakat

Babinkamtibmas, Babinsa dan Pemdes Negeri Katon Sampaikan Intruksi Bupati ke Masyarakat

28/01/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/