• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

DemokrasiNews
19/07/2026
in Opini, Desa, Edukasi, Peristiwa, Sosial Budaya, Tokoh
Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Opini: Redaksi DemokrasiNews.co.id.

Lampung Timur, 19 Juli 2026 – Di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah, masyarakat Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, justru menunjukkan wajah asli budaya Lampung: Sakai Sambayan. Tradisi gotong royong yang diwariskan turun-temurun itu kembali hidup melalui pembangunan jalan permukiman yang sepenuhnya dibiayai dari swadaya dan iuran murni masyarakat.

Bagi warga, pembangunan jalan bukan sekadar mengejar infrastruktur yang layak. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan, upaya memperlancar aktivitas ekonomi petani, sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang telah lama menjadi identitas masyarakat pedesaan. Di Lampung, pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” bukan sekadar ungkapan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial.

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Penelusuran DemokrasiNews.co.id menemukan bahwa viralnya aksi gotong royong tersebut tidak dilandasi rasa kecewa terhadap pemerintah ataupun sebagai ajang pamer di media sosial. Sebaliknya, masyarakat telah lama memimpikan jalan lingkungan yang layak, lalu memilih bergerak bersama sesuai kemampuan mereka.

Sakai Sambayan Bandar Agung: Ketika Gotong Royong Menjadi Kritik Sunyi bagi Pemerintah

Sayangnya, di tengah viralnya aksi tersebut muncul narasi yang menyesatkan seolah-olah warga tidak membayar pajak. Informasi itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Warga Desa Bandar Agung tetap memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun penghentian sementara pungutan tertentu, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun izin terkait pada sebagian wilayah register, berkaitan dengan kebijakan penataan kawasan hutan berdasarkan regulasi pemerintah yang berlaku. Persoalan inilah yang seharusnya dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah agar tidak memunculkan stigma negatif terhadap masyarakat.

Sebagian wilayah Desa Bandar Agung memang berada di kawasan Register Gunung Balak. Namun lokasi permukiman yang melakukan pembangunan jalan secara swadaya berada di area yang telah dihuni masyarakat dan memiliki dasar administrasi sesuai ketentuan. Karena itu, mengaitkan semangat gotong royong dengan tudingan pelanggaran kewajiban pajak merupakan penyederhanaan persoalan yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Fenomena ini justru menjadi cermin bagi pemerintah. Swadaya masyarakat bukanlah bentuk pembangkangan terhadap negara. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup ketika keterbatasan anggaran belum mampu menjawab seluruh kebutuhan pembangunan. Semangat itu seharusnya diapresiasi, didampingi, dan diperkuat, bukan dibiarkan berkembang tanpa kehadiran negara.

Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan hanya proyek pembangunan bernilai besar, tetapi juga kehadiran pemerintah di tengah warga. Kehadiran kepala desa, camat, pemerintah kabupaten hingga Pemerintah Provinsi Lampung untuk melihat langsung kondisi lapangan akan memberikan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menghadiri seremoni, rapat, atau kegiatan formal yang minim dampak terhadap kebutuhan masyarakat.

Keterbatasan fiskal memang menjadi kenyataan yang tidak dapat diabaikan. Masyarakat memahami bahwa pembangunan membutuhkan proses, perencanaan, dan kemampuan anggaran. Namun keterbukaan, komunikasi, serta kepedulian pemerintah tidak pernah bergantung pada besarnya APBD. Justru dalam situasi sulit, kehadiran pemimpin menjadi ukuran utama kualitas pelayanan publik.

Viralnya Sakai Sambayan di Desa Bandar Agung hendaknya dibaca sebagai energi positif, bukan ancaman politik. Ini merupakan kritik sosial yang disampaikan secara santun melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat mampu bergotong royong membangun jalan dengan hasil jerih payah sendiri, pemerintah semestinya menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat pemerataan pembangunan, dan membangun kembali kepercayaan publik.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal beton dan aspal. Pembangunan adalah tentang hadirnya negara di tengah masyarakat. Ketika rakyat telah menunjukkan semangat kebersamaan, pemerintah tidak boleh sekadar menjadi penonton. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui pidato dan seremoni, melainkan melalui kepedulian, kehadiran, dan tindakan nyata.( Redaksi Supriyono )


Berita Terkini

MTQ Ke-45 Lampung Utara Hadirkan Pasar Murah, Pemkab Upayakan Kendalikan Inflasi Daerah
Advertorial

MTQ Ke-45 Lampung Utara Hadirkan Pasar Murah, Pemkab Upayakan Kendalikan Inflasi Daerah

DemokrasiNews
19/07/2026
Harga Sejumlah Bahan Pangan di Lampung Utara Naik Saat MBG Kembali Berjalan, Pedagang Keluhkan Daya Beli Melemah
Ekonomi

Harga Sejumlah Bahan Pangan di Lampung Utara Naik Saat MBG Kembali Berjalan, Pedagang Keluhkan Daya Beli Melemah

DemokrasiNews
19/07/2026
Harlah ke-28 PKB, DPC Tulang Bawang Barat Rayakan Bersama Warga Lewat Mancing Bersama
Advertorial

Harlah ke-28 PKB, DPC Tulang Bawang Barat Rayakan Bersama Warga Lewat Mancing Bersama

DemokrasiNews
18/07/2026
Sinergi Polres Lampung Utara dan Dinas Pendidikan, Perkuat Gerakan Sekolah Bebas Bullying
Edukasi

Sinergi Polres Lampung Utara dan Dinas Pendidikan, Perkuat Gerakan Sekolah Bebas Bullying

DemokrasiNews
17/07/2026
Target Tanam Melonjak, Lampung Utara Berpacu dengan Kemarau dan Krisis Air
Advertorial

Target Tanam Melonjak, Lampung Utara Berpacu dengan Kemarau dan Krisis Air

DemokrasiNews
17/07/2026
Video Dugaan Bullying Siswi SD di Lampung Timur Viral, Korban Trauma dan Alami Cedera
Peristiwa

Video Dugaan Bullying Siswi SD di Lampung Timur Viral, Korban Trauma dan Alami Cedera

DemokrasiNews
17/07/2026

Related News

Singgah di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Sheikh Khalifa

Singgah di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Sheikh Khalifa

16/05/2022
Di Kerajaan Sekala Brak Lampung Barat, Ketua DPD RI Ingin Kebudayaan Jadi Haluan Pembangunan Nasional

Di Kerajaan Sekala Brak Lampung Barat, Ketua DPD RI Ingin Kebudayaan Jadi Haluan Pembangunan Nasional

07/09/2021
Azwar Hadi Wakil Bupati Lamtim Dampingi Gubernur Lampung Kunjungi Sentra UMKM ke Yogyakarta

Azwar Hadi Wakil Bupati Lamtim Dampingi Gubernur Lampung Kunjungi Sentra UMKM ke Yogyakarta

11/12/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/