DEMOKRASINEWS, Tulang Bawang, 17 September 2026 — Musibah kekeringan yang melanda berbagai daerah belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Keterbatasan air sebagai sumber utama kehidupan menjadi salah satu persoalan yang muncul akibat musim kemarau berkepanjangan. Selain itu, kondisi tersebut juga memicu berbagai dampak lain, seperti meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan serta debu yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Tulang Bawang Drs. Hi. Qudrotul Ikhwan, M.M. mengajak masyarakat untuk melakukan ikhtiar dan berdoa dengan melaksanakan Sholat Istisqo, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan rahmat berupa hujan.
Ikhtiar tersebut diwujudkan Bupati Tulang Bawang dengan mengajak jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang serta mengundang pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat untuk melaksanakan Sholat Istisqo secara berjamaah.
Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Tulang Bawang pada Rabu, 16 September 2026, mulai pukul 06.30 WIB. Rangkaian kegiatan diisi dengan Sholat Istisqo dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di Bumi Nengah Nyak Pur, Kabupaten Tulang Bawang.
Sebelum pelaksanaan sholat, Bupati Tulang Bawang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir. Di antara para tokoh yang hadir yakni Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang H. Mulyadi, SP, Ketua PCNU Tulang Bawang Zainul Mustofa, Kyai Sodiqul Amin Rois, A.M., PWNU Lampung, serta jajaran pegawai Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.
Bertindak sebagai imam Sholat Istisqo adalah Kyai Sodiqul Amin Rois, A.M., PWNU Lampung, yang juga merupakan pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Darul Islah. Sementara khotib dalam kegiatan tersebut adalah Ustadz Mohammad Munif, pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Tridharma Wirajaya.
Dalam khutbahnya, Ustadz Mohammad Munif mengajak seluruh jamaah dan masyarakat Tulang Bawang untuk menjadikan musibah kekeringan sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejauh mana kepedulian terhadap sesama telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk kepedulian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, fakir miskin, serta kewajiban menunaikan zakat yang di dalamnya terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan.
“Sudahkah selama ini kita peduli terhadap nasib anak yatim, kaum dhuafa, fakir dan miskin? Sudahkah kita memberikan hak-haknya dengan menunaikan zakat yang memang menjadi hak mereka?” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Selain muhasabah, jamaah juga diajak untuk memperbanyak istighfar. Istighfar, menurutnya, tidak hanya sebatas ucapan di lisan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Istighfar merupakan bentuk pengakuan atas dosa dan kesalahan sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT, disertai tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.
Ia juga mengingatkan bahwa kemaksiatan yang merajalela, minimnya doa, serta kurangnya rasa syukur dapat menjadi penghalang turunnya rahmat Allah SWT. Karena itu, masyarakat diajak untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga dengan pelaksanaan Sholat Istisqo ini, dibarengi dengan muhasabah dan istighfar kita, Allah SWT menurunkan rahmat bagi masyarakat Tulang Bawang. Di antara rahmat tersebut adalah segera diturunkannya hujan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PDM Tulang Bawang H. Mulyadi, SP dan Ketua PCNU Tulang Bawang Zainul Mustofa memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang yang merespons kondisi kekeringan dengan melibatkan tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat.
Keduanya menilai keterlibatan tokoh agama dan tokoh adat dalam berbagai persoalan di tengah masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kebersamaan serta memperkuat kepedulian sosial.
Mereka berharap, doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut mendapat keberkahan dari Allah SWT, serta Kabupaten Tulang Bawang semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Semoga jargon “UDANG MANIS” sebagai semangat pembangunan Kabupaten Tulang Bawang dapat terus diwujudkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di Bumi Nengah Nyak Pur tercinta.(Red/Sendi Gunawan)














