DEMOKRASINEWS, Bandarlampung, 13 September 2026 — Kebutuhan mushaf Al-Qur’an sebagai sarana ibadah, pembelajaran, dan dakwah masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Kondisi tersebut mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Lampung bersama para donatur dan relawan untuk terus menyalurkan wakaf Al-Qur’an hingga ke daerah pelosok dan terpencil.
Selama tiga hari, 11–13 September 2026, relawan BKPRMI Lampung mendistribusikan bantuan wakaf Al-Qur’an ke lima kabupaten. Kegiatan tersebut menyasar masjid, TPA/TPQ, sekolah, hingga pondok pesantren yang membutuhkan.
Distribusi dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah, antara lain di Masjid Nur-Iman, Desa Rama Yana, Kecamatan Seputih Raman. Di Tulang Bawang, bantuan disalurkan ke SDMu Sang Surya dan Pondok Pesantren Darussalam Syafaat, Banjar Agung.
Penyaluran juga menjangkau TPA/TPQ di Ogan Satu, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Sementara di Lampung Barat, bantuan diberikan kepada masjid dan TPA di wilayah Suoh serta Liwa.
Adapun di Kabupaten Pesisir Barat, relawan menyasar masjid dan TPA, termasuk yang berada di kawasan kampung nelayan serta daerah pegunungan yang relatif sulit dijangkau di sekitar Krui.
Ustaz Widodo, yang didampingi Gunawan dalam kegiatan pendistribusian, mengatakan program tersebut melibatkan relawan dan donatur di berbagai daerah. Kolaborasi dilakukan agar wakaf Al-Qur’an yang dihimpun dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Pendistribusian memang kami utamakan untuk daerah pelosok dan terpencil. Namun, apabila ada permintaan dari pondok pesantren maupun sekolah Islam yang membutuhkan mushaf sebagai sarana pembelajaran, kami juga berupaya memenuhinya,” ujar Widodo.
Menurutnya, keberadaan Al-Qur’an bukan hanya penting untuk menunjang aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembinaan generasi muda di lingkungan masjid, TPA/TPQ, pesantren, dan sekolah Islam.
Kepedulian relawan BKPRMI Lampung tidak berhenti pada penyaluran wakaf Al-Qur’an. Mereka juga berkomitmen turun langsung membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam.
Saat bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, relawan BKPRMI Lampung melalui jajaran pengurus di Lampung Tengah turut berangkat ke lokasi bencana.
Dalam aksi tersebut, relawan membawa sekitar 4.000 mushaf Al-Qur’an, pakaian baru, serta perlengkapan salat. Bantuan merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Lampung dan para donatur.
Relawan yang terlibat antara lain perwakilan dari Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang, yakni Ustaz Widodo Rahayu, Subagio, dan Gunawan.
Kehadiran relawan secara langsung di lokasi bencana dinilai memberi manfaat bagi para korban, terutama karena sejumlah sarana ibadah turut rusak, tersapu banjir, atau tertimbun material longsor.
BKPRMI Lampung menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dalam pemeliharaan masjid sekaligus membantu menyediakan sarana penunjang ibadah bagi masyarakat.
Gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara organisasi, relawan, donatur, dan masyarakat untuk bersama-sama melayani kebutuhan umat sekaligus memperkuat syiar Islam hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau.(Red/Sendi Gunawan)














