DEMOKRASINEWS, Bengkulu – Memasuki hari ketiga penanganan pascagempa bermagnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Bengkulu, pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya pemulihan, khususnya di Perumahan Rafflesia Asri, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Fokus utama saat ini adalah pada proses pembersihan puing reruntuhan dan demolisi atau pembongkaran rumah-rumah rusak berat yang dinilai rawan roboh.
Sebanyak tujuh rumah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama untuk dibangun kembali, sementara 40 rumah lainnya yang mengalami kerusakan sedang hingga ringan akan direhabilitasi agar dapat dihuni kembali. Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut.
Sebelum pelaksanaan dimulai, seluruh personel gabungan dari Brimob Polda Bengkulu, Korem 041/Gamas Bengkulu, BPBD, PUPR, Basarnas, serta lintas instansi lainnya mengikuti apel siaga. Apel dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Deputi Bidang Sistem dan Strategi (Deputi 1) BNPB Raditya Jati, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, serta pejabat daerah lainnya.

Selama proses demolisi berlangsung, kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan. Warga tidak hanya tidak menolak, tetapi juga menyambut baik langkah ini karena rumah mereka memang mengalami kerusakan signifikan dan membutuhkan perbaikan segera. Antusiasme warga turut mempercepat proses, sehingga mereka tidak perlu menunggu lama untuk kembali memiliki hunian yang layak pascagempa.
Tahap selanjutnya adalah pembangunan kembali rumah warga terdampak, yang akan dimulai pada Senin, 26 Mei 2025. Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu akan mengoordinasikan proses pembangunan ini dengan dukungan dari berbagai sumber pendanaan, antara lain kas daerah, bantuan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, forum CSR, hingga Baznas. Target penyelesaian pembangunan ditetapkan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan.
BNPB turut merekomendasikan agar seluruh hunian yang dibangun kembali menggunakan spesifikasi Rumah Tahan Gempa (RTG). Untuk itu, BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Dinas PUPR Provinsi Bengkulu guna memastikan pembangunan insitu ini memiliki ketahanan terhadap gempa di masa mendatang.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, BNPB juga memberikan dukungan menyeluruh bagi warga terdampak, termasuk dana tunggu hunian, dana stimulan, serta bantuan logistik dan peralatan. Semua bentuk bantuan tersebut dikombinasikan dengan kapasitas dan peran pemerintah daerah agar pelaksanaannya efektif dan tidak tumpang tindih.
Hingga saat ini, rangkaian upaya penanganan pascagempa di Perumahan Rafflesia Asri telah berjalan baik. Kebutuhan dasar masyarakat seperti permakanan, logistik, layanan kesehatan, tenda darurat, hingga dukungan trauma healing untuk anak-anak telah terpenuhi dan dirasakan manfaatnya oleh warga.
Deputi 1 BNPB, Raditya Jati, secara khusus menyampaikan apresiasi atas sinergi dan respon cepat Pemerintah Daerah Bengkulu dalam mendukung masyarakat. Ia juga menyoroti semangat gotong royong dan kemandirian warga dalam bangkit bersama dari bencana.
Namun demikian, BNPB menekankan pentingnya percepatan proses pendataan dan verifikasi lanjutan terhadap warga terdampak. Hal ini penting agar seluruh bantuan tambahan dari pemerintah pusat maupun stakeholder terkait dapat segera disalurkan secara tepat sasaran dan menyeluruh. (Red/Rls BNPB RI)










