DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 14 Juli 2026 – Semangat gotong royong kembali menjadi bukti kuat bahwa masyarakat desa mampu bergerak mandiri membangun wilayahnya. Warga Dusun 16, Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, secara sukarela menggalang iuran pribadi untuk membangun jalan permukiman yang selama bertahun-tahun dinilai belum tersentuh pembangunan pemerintah.
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, terutama petani dalam mengangkut hasil panen. Selama musim hujan, kondisi jalan tanah merah kerap berubah menjadi lumpur sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dan berdampak pada meningkatnya biaya operasional serta terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Melalui kesepakatan bersama, masyarakat mengumpulkan dana swadaya untuk membeli semen, batu koral, dan pasir. Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengerasan badan jalan hingga peningkatan menjadi jalan rabat beton.


Salah seorang warga, Mulyono, mengatakan swadaya tersebut lahir dari kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan infrastruktur dasar yang dinilai mendesak.
“Kami membangun jalan ini murni dari hasil iuran masyarakat. Padahal kami juga membayar pajak setiap tahun, tetapi jalan permukiman kami belum pernah mendapat perbaikan. Kami berharap pemerintah turun langsung melihat semangat gotong royong masyarakat dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur desa,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak selalu harus dalam bentuk bantuan anggaran, tetapi juga dukungan moral, apresiasi, serta komitmen untuk mendorong percepatan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Senada dengan itu, warga lainnya, Suparno, menilai jalan yang layak akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Kalau jalan bagus, biaya angkut hasil pertanian menjadi lebih ringan dan ekonomi masyarakat ikut meningkat. Kami tidak keberatan bergotong royong dan berswadaya demi kepentingan bersama. Namun kami berharap pemerintah dan para wakil rakyat juga hadir melihat langsung kondisi masyarakat, bukan hanya datang saat musim politik,” katanya.
Suparno menambahkan budaya gotong royong yang dilakukan masyarakat sejalan dengan semangat Sakai Sambayan, slogan yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Lampung Timur. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut seharusnya mendapat perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah agar pembangunan desa berjalan lebih cepat dan merata.
Aksi swadaya warga Dusun 16 menjadi gambaran bahwa budaya gotong royong masih hidup dan mampu menjadi solusi atas keterbatasan pembangunan. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi pengingat penting bagi pemerintah agar pemerataan infrastruktur dasar di pedesaan tetap menjadi prioritas, mengingat jalan yang layak berperan besar dalam meningkatkan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.( Red/Prie )











