• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas

DemokrasiNews
15/07/2026
in Peristiwa, Desa, Sosial Budaya
Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas

DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 15 Juli 2026 – Ratusan petani penggarap yang tergabung dalam Serikat Petani Lampung (SPL) dari delapan desa di Kecamatan Bandar Sribhawono dan wilayah perbatasan Kecamatan Melinting kembali menggelar aksi unjuk rasa melalui Mimbar Rakyat, Rabu (15/7/2026). Mereka menuntut penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsung sejak 2021 dan mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik mafia tanah.

Massa aksi menyatakan konflik bermula setelah terbit 182 Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas lahan garapan seluas sekitar 401 hektare yang selama ini dikelola masyarakat. Para petani mengaku tidak pernah mengetahui maupun dilibatkan dalam proses penerbitan sertifikat tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, Sartono warga Desa Sripendowo bersama masyarakat dari delapan desa menilai persoalan tersebut telah merampas hak atas tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Mereka juga mempertanyakan proses administrasi pertanahan yang dinilai belum memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas
Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas
Ratusan Petani Lampung Timur Gelar Mimbar Rakyat, Desak Dugaan Mafia Tanah 401 Hektare Diusut Tuntas

Melalui Mimbar Rakyat, Serikat Petani Lampung (SPL) menyampaikan lima tuntutan utama, yakni mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengambil langkah konkret dalam memfasilitasi penyelesaian konflik agraria, meminta BPN Lampung Timur menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan independen, meminta Polda Lampung mengusut tuntas dugaan praktik mafia tanah, menuntut perlindungan hukum bagi warga yang memperjuangkan hak atas tanah, serta mendesak penyelesaian konflik secara adil dengan memulihkan hak-hak masyarakat.

Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Prabowo Pamungkas, dalam orasinya menyatakan pihaknya telah mendampingi perjuangan masyarakat selama kurang lebih tiga tahun. Menurutnya, hingga kini belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian hukum.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia tanah ini. Apabila memang terdapat pelanggaran dalam proses penerbitan sertifikat, maka seluruh proses tersebut harus diperiksa secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Prabowo di hadapan massa aksi.

Ia juga mengajak seluruh petani tetap menjaga persatuan dan mengawal proses penyelesaian konflik hingga tuntas. Menurutnya, konflik agraria yang telah berlangsung sekitar lima tahun tersebut tidak boleh terus berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Prabowo turut meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Badan Pertanahan Nasional segera mengambil langkah konkret terhadap sertifikat yang masih menjadi objek sengketa sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia menilai penyelesaian yang berlarut-larut hanya akan memperbesar ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggara negara.

Aksi tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bandar Sribhawono.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Asisten I Bupati Lampung Timur, Zainuddin, menyatakan pemerintah berkomitmen terus mengawal penyelesaian konflik agraria tersebut.

“Kami akan terus berupaya mencari solusi terbaik bersama seluruh pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Zainuddin di hadapan peserta aksi.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan kepastian hukum dan langkah konkret atas sengketa lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan ataupun kebijakan baru yang diumumkan terkait penyelesaian konflik tersebut.

Konflik agraria di wilayah Bandar Sribhawono dan Melinting kini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut hak atas tanah, kepastian hukum, serta dugaan praktik mafia tanah yang masih menunggu proses penanganan oleh instansi berwenang. Warga berharap pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga pertanahan segera mengambil langkah nyata agar persoalan yang telah berlangsung sejak 2021 dapat diselesaikan secara adil, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku.(Red/Prie)


Berita Terkini

Dari Jembatan Kali Pasir, Wapres Gibran Dorong Percepatan Pembangunan Lampung Timur
Advertorial

Dari Jembatan Kali Pasir, Wapres Gibran Dorong Percepatan Pembangunan Lampung Timur

DemokrasiNews
15/07/2026
Polres Lampung Utara Rekonstruksi Kasus Curas Disertai Pembunuhan Mantan TKW, 35 Adegan Diperagakan
Hukum & Kriminal

Polres Lampung Utara Rekonstruksi Kasus Curas Disertai Pembunuhan Mantan TKW, 35 Adegan Diperagakan

DemokrasiNews
14/07/2026
Bukan Bentuk Protes, Gotong Royong Warga Bandar Agung Jadi Bukti Cinta Membangun Desa
Desa

Bukan Bentuk Protes, Gotong Royong Warga Bandar Agung Jadi Bukti Cinta Membangun Desa

DemokrasiNews
14/07/2026
Taat Bayar Pajak, Bangun Jalan Swadaya Sendiri: Jeritan Petani Tuntut Kehadiran Pemerintah 
Desa

Taat Bayar Pajak, Bangun Jalan Swadaya Sendiri: Jeritan Petani Tuntut Kehadiran Pemerintah 

DemokrasiNews
14/07/2026
Perempuan Lampung Bersinar di Panggung Sastra Nasional, Warnai Peluncuran Buku Puisi 68 Karya Isbedy Stiawan ZS
Pendidikan

Perempuan Lampung Bersinar di Panggung Sastra Nasional, Warnai Peluncuran Buku Puisi 68 Karya Isbedy Stiawan ZS

DemokrasiNews
14/07/2026
PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke untuk Porwanas 2027, Pembinaan Disiapkan Sejak Dini
Advertorial

PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke untuk Porwanas 2027, Pembinaan Disiapkan Sejak Dini

DemokrasiNews
14/07/2026

Related News

Polres Tuba Ringkus 3 Orang Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan

Polres Tuba Ringkus 3 Orang Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan

26/02/2024
Jokowi Hadiri Pembukaan Konferensi Besar XXIII GP Ansor Tahun 2020 secara Virtual

Jokowi Hadiri Pembukaan Konferensi Besar XXIII GP Ansor Tahun 2020 secara Virtual

18/09/2020
MAN 1 Lampung Timur Sekolah Berbasis Islami dan Berprestasi 

MAN 1 Lampung Timur Sekolah Berbasis Islami dan Berprestasi 

15/07/2023

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/