DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lampung Timur yang digelar di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, berlangsung meriah dan dipadati pengunjung, khususnya di area stan UMKM baik indoor maupun outdoor. Namun, di balik tingginya antusiasme masyarakat, muncul sejumlah keluhan terkait kondisi cuaca yang cukup panas, terutama pada siang hari.
Pantauan di lokasi pada hari kedua dan ketiga, Jumat (17 April 2026), menunjukkan bahwa area stan UMKM dalam ruangan (indoor) terasa gerah. Hal ini diduga karena pendingin ruangan seperti AC dan kipas angin tidak dioperasikan sejak pagi hari. Akibatnya, saat memasuki pukul 09.00 hingga tengah hari, suhu di dalam ruangan meningkat seiring teriknya matahari, membuat pengunjung merasa kurang nyaman.
Beberapa pengunjung yang ditemui menyampaikan harapannya agar panitia pelaksana dapat mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyalakan pendingin ruangan sejak pagi. Dengan demikian, suhu di dalam stan tetap sejuk saat pengunjung mulai berdatangan.
“Seharusnya AC sudah dinyalakan dari pagi, jadi siang hari tetap adem dan pengunjung nyaman,” ujar salah satu pengunjung.

Kondisi serupa juga dirasakan di area outdoor. Teriknya matahari di ruang terbuka membuat sebagian pengunjung memilih datang pada sore hari, ketika cuaca mulai teduh. Terbukti, suasana stan UMKM menjadi lebih ramai menjelang sore hingga malam hari.
Di sisi lain, para pelaku UMKM, khususnya pedagang kuliner di area outdoor, justru berharap cuaca tetap cerah tanpa hujan agar aktivitas jual beli dapat berlangsung hingga malam hari, bahkan sampai pukul 23.00 WIB.

Ivan, salah satu penjual kuliner soto Lamongan, mengaku mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa penjualannya meningkat hingga 200 persen dibandingkan hari biasa.
“Kalau jualan di rumah biasanya hanya Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Di sini bisa hampir Rp1 juta per hari,” ungkap Ivan.
Ia juga menambahkan bahwa pada hari pertama, yang dimulai pukul 11.00 WIB, dagangannya sudah habis terjual sekitar pukul 15.00 WIB. Hal serupa terjadi pada hari kedua, di mana dagangan kembali habis sebelum malam hari.
Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat efektif dalam mendukung promosi UMKM lokal, khususnya kuliner khas di wilayah Bandar Sribhawono.
Para pelaku usaha berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin, mengingat kawasan Sribhawono memiliki potensi besar sebagai destinasi persinggahan masyarakat dari berbagai daerah untuk menikmati ragam kuliner lokal.
Perayaan HUT ke-27 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, meskipun ke depan diperlukan peningkatan fasilitas demi kenyamanan bersama.(Red/Prie)











