DEMOKRASINEWS,Lampung Timur – Perayaan soft opening Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Rabu (15/4/2026) malam, berlangsung meriah.
Ribuan warga tumpah ruah memenuhi area acara, menikmati hiburan dari grup band nasional Hijau Daun serta deretan stan UMKM yang menjajakan kuliner.
Namun di balik kemeriahan itu, muncul pertanyaan mengenai soliditas internal pemerintahan daerah.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, hadir bersama Sekretaris Daerah dan Asisten Satu serta didampingi sejumlah camat. Bahkan, Bupati sempat naik ke panggung dan berduet dengan Hijau Daun, sebuah momen yang disambut antusias oleh masyarakat.
Akan tetapi, kehadiran sejumlah pejabat penting lainnya justru tak terlihat. Minimnya partisipasi unsur organisasi perangkat daerah (OPD/SKPD) serta anggota DPRD dalam acara soft opening pembuka perayaan hari jadi kabupaten ini memunculkan tanda tanya besar.
Padahal, momentum hari ulang tahun daerah lazimnya menjadi ajang konsolidasi simbolik antara eksekutif dan legislatif. Ketidakhadiran sebagian unsur tersebut dinilai mencerminkan belum solidnya koordinasi internal pemerintahan.

“Ini bukan sekadar acara hiburan. Ini simbol kebersamaan pemerintah daerah di hadapan publik,” ujar seorang warga.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan antusiasme masyarakat. Sejak sore hingga malam, warga dari berbagai wilayah Lampung Timur memadati lokasi acara. Area UMKM pun dipenuhi pengunjung yang memanfaatkan keramaian untuk berbelanja dan menikmati kuliner.
Di satu sisi, kegiatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menghadirkan hiburan rakyat dan menggerakkan ekonomi lokal.
Namun di sisi lain, absennya sebagian pemangku kepentingan justru berpotensi mengurangi makna strategis dari peringatan tersebut.
Perayaan HUT ke-27 Lampung Timur seharusnya menjadi momentum untuk memperlihatkan kesatuan arah pembangunan.
Namun yang tampak di lapangan, justru menyisakan kesan bahwa panggung hiburan lebih dominan dibanding pesan kebersamaan yang ingin ditampilkan.
Rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Lampung Timur masih akan berlanjut hingga 25 April mendatang. Publik kini menunggu, apakah momentum berikutnya mampu memperlihatkan soliditas para pemangku kepentingan baik eksekutif dan legislatif yang sejauh ini belum sepenuhnya tampak para hari ini, sebagai moments hari jadi Kabupaten Lampung Timur.(Red/Prie)










