DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung — Pengukuhan Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 akan digelar pada Minggu, 23 November 2025 di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung.
Prosesi pengukuhan akan dipimpin oleh dr. Jihan Nurlela, MM, selaku Ketua Dewan Penasehat Jamur Kesuma Provinsi Lampung, dengan prosesi simbolis menggunakan pecut.
Ketua pelaksana, Dadag Wijanarko, menyampaikan bahwa persiapan acara telah mencapai 70–80 persen. “Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari Kodam XXI Radin Intan berupa izin penggunaan Lapangan Saburai dan fasilitas sound system,” ujarnya.
Acara pengukuhan akan dimeriahkan oleh berbagai kesenian khas Jawa Timur seperti Reog Ponorogo, Jaranan, dan Tari Remo. Selain itu, sejumlah UMKM juga akan dilibatkan untuk menyajikan beragam kuliner khas Jawa Timur, antara lain rawon, soto Lamongan, rujak cingur, lontong balap, hingga sego pecel. Kuliner daerah Lampung juga akan turut meramaikan acara.

ASLOG Kodam XXI Radin Intan, Kolonel Arm. Fajar Catur Prasetyo, SE., MM, mempersilakan penggunaan Lapangan Saburai dan mengimbau agar kegiatan Jamur Kesuma melibatkan lebih banyak masyarakat, terutama pelaku UMKM. “Kami berharap sektor ekonomi rakyat bisa ikut bergerak. Untuk pendataan UMKM, silakan berkoordinasi dengan Kapten Agus Trijoko,” katanya.
Kapten Agus Trijoko menambahkan bahwa panitia perlu rutin memperbarui informasi terkait UMKM yang mendaftar sebagai peserta.
Penggiat seni budaya Jawa Timur, Wahyu Hidayat dan Randi Pratama, menyatakan kesiapannya menampilkan pertunjukan terbaik. Selain Reog Ponorogo, Jaranan, dan Tari Remo, pihaknya juga menyiapkan penampilan Tari Sigeh Pengunten oleh para murid binaannya.
Wahyu menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya leluhur, termasuk budaya lokal Lampung. “Kami ingin menggabungkan budaya Jawa Timur dengan budaya Lampung sebagai bentuk kecintaan terhadap bumi Ruwa Jurai,” ungkapnya.
Ketua Umum Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030, Bambang Joko DS, menyampaikan bahwa acara ini akan melibatkan masyarakat keturunan Jawa Timur yang tersebar di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Ia mengimbau masyarakat yang memiliki garis keturunan Jawa Timur untuk hadir dan menikmati gelaran budaya serta kuliner khas daerah tersebut.
“Acara ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat umum. Kebetulan berlangsung pada hari Minggu bertepatan dengan kegiatan car free day, sehingga dapat menjadi alternatif bagi warga untuk menyaksikan kesenian daerah dan mencicipi kuliner Jawa Timur yang berpadu dengan kuliner lokal,” ujarnya.
Selain para pemangku kepentingan, panitia juga akan mengundang organisasi paguyuban serupa dari berbagai daerah lain di Lampung guna mempererat silaturahmi.(Red/Ato/Prie)











