DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung — Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung periode 2025–2030 melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, MM, di ruang kerjanya, Senin (11/11).
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban Jamur Kesuma Lampung, Bambang Joko DS, yang hadir bersama jajaran pengurus inti, yaitu H. Darsono, Dewi, Suroso, Dino, dan Agus.
Dalam pertemuan itu, Bambang Joko menyampaikan sejumlah agenda organisasi, termasuk rencana pengukuhan pengurus Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 yang akan digelar pada Minggu, 23 November 2025 di Lapangan Merah Enggal, Bandar Lampung.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Dr. Senen Mustakim, S.Sos., M.Si., turut hadir mendampingi Wakil Gubernur bersama pejabat Kesbangpol, Jauhari.

Wakil Gubernur Jihan menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan paguyuban tersebut. Ia mengingatkan bahwa dirinya memiliki latar belakang budaya Jawa Timur, sehingga merasa dekat secara emosional.
“Silakan masukkan saya dalam struktur kepengurusan. Kita bisa saling mendukung untuk kegiatan sosial dan budaya ke depannya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bambang Joko menjelaskan bahwa hasil Musda telah menetapkan dr. Jihan Nurlela sebagai Penasehat Paguyuban, bersama Kol. (Purn.) Sutomo.
Acara pengukuhan nanti akan menampilkan kesenian Reog Ponorogo dengan sedikitnya 10 dadak merak beserta atraksi jaranan, yang dibawa oleh Wahyu selaku pimpinan kelompok kesenian dengan total sekitar 40 personel.
Selain itu, acara juga akan menghadirkan UMKM kuliner Jawa Timur dan Lampung seperti rawon, soto Lamongan, sego pecel, rujak cingur, hingga pindang, dengan proporsi stan kuliner 60% Jawa Timur dan 40% Lampung. Paguyuban juga mendorong UMKM produk pakaian khas Jawa Timur untuk berpartisipasi.
Acara pengukuhan akan dibuka dengan tari Siget Penganten, yang dibawakan oleh anak-anak keturunan Jawa Timur di Lampung sebagai wujud kolaborasi budaya daerah.
Wakil Gubernur berharap Paguyuban Jamur Kesuma dapat menjalankan program yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Lampung.
“Semoga paguyuban ini menjadi wadah yang bermanfaat dan berperan dalam pembangunan Lampung,” ujar Jihan.
Sementara itu, Jauhari dari Kesbangpol mengingatkan agar setiap kegiatan paguyuban dapat disampaikan secara berkala kepada pihak terkait untuk mendukung monitoring dan kelangsungan organisasi.( Red/Ato/Prie)











