DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 21 Mei 2026 — Di tengah tantangan perubahan sosial dan dinamika pendidikan generasi muda, Pondok Pesantren Daarul Khair Kotabumi memilih merayakan usia ke-35 bukan sekadar lewat seremoni. Momentum milad tahun ini diarahkan sebagai penegasan peran pesantren dalam merawat pendidikan keagamaan, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus menjaga warisan dakwah pendirinya.
Rangkaian kegiatan Milad XXXV Pondok Pesantren Daarul Khair, Wisuda Santri Angkatan XXX, Haul Muassis IX, dan Tabligh Akbar resmi dimulai sejak Kamis (21/5/2026).
Agenda diawali dengan ziarah akbar ke makam pendiri pesantren, KH Abdul Syukur Syah, dilanjutkan kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan donor darah yang melibatkan keluarga besar pesantren serta masyarakat sekitar.

Kegiatan dipusatkan di aula dan halaman Pondok Pesantren Daarul Khair, Kotabumi, Lampung Utara. Di balik agenda yang tampak seremonial, tersimpan pesan yang lebih besar: pesantren ingin hadir bukan hanya sebagai ruang pendidikan agama, tetapi juga institusi sosial yang dekat dengan masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Khair, KH Andi Komarhadi, mengatakan kegiatan bakti sosial menjadi bagian penting dalam rangkaian milad tahun ini. Pembagian sembako diprioritaskan bagi warga sekitar pondok, sementara donor darah dibuka untuk masyarakat umum dan pengurus pesantren.
“Pembagian sembako kami menyasar masyarakat sekitar pondok. Sedangkan donor darah terbuka untuk umum dan keluarga besar pesantren,” ujar Andi di sela kegiatan, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, peringatan milad tidak cukup dimaknai sebagai perayaan usia lembaga pendidikan semata, melainkan momentum memperkuat nilai kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pesantren.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan dermawan yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Dukungan itu dinilai memungkinkan pesantren tetap menjalankan fungsi sosial di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Setiap bantuan yang diberikan menjadi bagian penting untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” katanya.
Perhatian publik diperkirakan akan tertuju pada agenda puncak yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (23/5/2026). Pada hari itu, Daarul Khair akan menggelar Wisuda Santri Angkatan ke-30 dan Wisuda Tahfidz Angkatan ke-6, sebuah simbol perjalanan panjang pesantren dalam membangun pendidikan berbasis agama selama lebih dari tiga dekade.
Prosesi wisuda akan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Surat Keputusan yudisium santri, hingga ikrar alumni. Momen tersebut dipandang bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan peneguhan ikatan moral antara lulusan dan almamater yang membentuk pendidikan serta spiritualitas mereka.
Panitia juga menjadwalkan sambutan dari unsur pimpinan pondok dan pemerintah daerah. Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penanda bahwa pendidikan berbasis pesantren masih memegang posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Lampung Utara.
Puncak acara lainnya ialah Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional KH Abdul Ghofurrohim atau Ki Apung dari Serang, Banten. Kehadiran dai nasional tersebut diperkirakan menarik ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Lampung Utara.
Bagi keluarga besar Daarul Khair, agenda Haul Muassis IX memiliki makna yang tidak kalah penting. Haul menjadi ruang mengenang perjuangan KH Abdul Syukur Syah yang merintis pondok pesantren di tengah keterbatasan, sekaligus pengingat bahwa pesantren tumbuh dari tradisi dakwah dan pengabdian panjang.
Di tengah tantangan modernisasi pendidikan, eksistensi pesantren seperti Daarul Khair dinilai tetap relevan. Tidak hanya mendidik secara akademik dan spiritual, pesantren juga berupaya membangun karakter melalui disiplin, kebersamaan, serta penguatan nilai moral di tengah kehidupan masyarakat.( Red/JM )











