DEMOKRASINEWS, Kotabumi, Lampung Utara, 21 Mei 2026 — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lampung Utara berencana menggelar program pasar murah secara rutin setiap bulan. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan masyarakat yang menginginkan pasar murah tidak hanya dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Disperindag Lampung Utara, Hendri, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini merupakan terobosan untuk menekan inflasi yang semakin tinggi. Insyaallah pelaksanaan pasar murah akan kita adakan sebulan sekali, sesuai harapan masyarakat yang langsung disampaikan kepada kami,” ujar Hendri, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah sangat tinggi. Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran.
Dalam kegiatan tersebut, telur dijual seharga Rp25 ribu per kilogram dengan stok sebanyak 210 kilogram. Minyak goreng merek Minyakita dijual Rp15.500 per liter dengan stok 600 liter. Selain itu, tersedia beras SPHP sebanyak 1 ton dengan harga Rp58 ribu per 5 kilogram.
Disperindag juga menyediakan gula pasir seharga Rp17.500 per kilogram dengan stok 72 kilogram. Sementara gula produksi PTPN VII Bunga Mayang dijual lebih murah, yakni Rp16 ribu per kilogram.
“Kami juga menyiapkan gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram sebanyak 300 tabung,” jelas Hendri.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Intji Indriati, yang turut meninjau langsung kegiatan pasar murah mengatakan program tersebut akan berlangsung selama lima hari ke depan.
Menurutnya, pasar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.
“Pasar murah ini memang sering diadakan saat menjelang hari besar. Apalagi kita akan menyambut Hari Raya Kurban. Tentunya kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat karena harganya lebih murah dibandingkan harga pasar,” katanya.
Terkait keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga sembako, Intji menjelaskan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait guna melakukan inspeksi mendadak ke gudang-gudang distributor besar.
Berdasarkan hasil pemantauan, stok kebutuhan pokok di Lampung Utara masih dalam kondisi aman, meski terjadi kelangkaan minyak goreng di sejumlah wilayah.
“Karena itu kami mengadakan pasar murah dan operasi pasar Minyakita selama satu bulan. Menjelang hari besar biasanya permintaan meningkat sehingga harga ikut naik. Kami berupaya agar distribusi barang tetap lancar dan tidak terjadi kekurangan stok,” pungkasnya.( Red/JM )











