DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 30 Juni 2026 – Upaya intensif Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat membuahkan hasil. Kementerian Kesehatan RI mengalokasikan bantuan alat kesehatan senilai Rp42 miliar serta dukungan anggaran pembangunan fisik rumah sakit sebesar Rp49 miliar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Direktur RSUD H.M. Ryacudu, dr. Cholif Paku Alamsyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil koordinasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Dinas Kesehatan, dan manajemen rumah sakit dengan Kementerian Kesehatan.
“Kami beberapa kali melakukan koordinasi ke Kementerian Kesehatan untuk meyakinkan bahwa RSUD Ryacudu memiliki potensi besar menjadi rumah sakit rujukan. Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil berupa bantuan alat kesehatan senilai Rp42 miliar dan dukungan anggaran Rp49 miliar untuk pengembangan rumah sakit,” ujar dr. Cholif, Selasa (30/6/2026).
Bantuan alat kesehatan tersebut meliputi berbagai perangkat medis modern, seperti mamografi untuk deteksi dini kanker payudara, peralatan rekam jantung, alat pemeriksaan saraf, layanan urologi, hingga fasilitas penunjang kesehatan ibu dan anak.
Namun demikian, alat mamografi belum dapat dioperasikan dalam waktu dekat. Menurut dr. Cholif, operasional alat tersebut masih menunggu kepastian skema pembiayaan pelayanan serta kesiapan tenaga medis yang harus mengikuti pelatihan khusus.
“Alatnya sudah tersedia, tetapi penggunaannya harus didukung tenaga medis yang kompeten dan mekanisme pembiayaan yang jelas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” jelasnya.
Selain memperkuat sarana dan prasarana, RSUD H.M. Ryacudu juga terus meningkatkan mutu pelayanan. Hal itu tercermin dari tren peningkatan jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap dalam beberapa bulan terakhir.
Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan layanan, manajemen rumah sakit berencana menambah kapasitas tempat tidur pasien dari 130 unit menjadi 200 unit.
“Kami ingin RSUD Ryacudu berkembang menjadi rumah sakit rujukan regional yang mampu melayani masyarakat Lampung Utara maupun kabupaten sekitar seperti Way Kanan, Lampung Barat, dan Tulang Bawang Barat. Posisi geografis Lampung Utara sangat strategis sebagai daerah penyangga,” katanya.
Di sisi pembangunan infrastruktur, Kementerian Kesehatan telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp49 miliar dari total usulan Rp98 miliar yang diajukan rumah sakit. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung pelayanan baru yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027, setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan proyek rampung.
Gedung baru akan dibangun di belakang bangunan utama dengan rencana konstruksi hingga enam lantai sebagai bagian dari pengembangan kapasitas layanan kesehatan di wilayah utara Provinsi Lampung.
“Kami berharap dukungan anggaran dapat terus bertambah sesuai kebutuhan sehingga cita-cita menjadikan RSUD Ryacudu sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Lampung Utara dapat terwujud,” ungkap dr. Cholif.
Di bidang kinerja keuangan, RSUD H.M. Ryacudu juga menunjukkan tren positif. Pada 2026, rumah sakit ditargetkan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp10 miliar. Hingga April 2026, realisasi PAD telah melampaui Rp5 miliar.
“Dengan tren pelayanan yang terus meningkat, kami optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai, bahkan berpeluang melampauinya,” pungkasnya.
Bantuan pemerintah pusat ini diharapkan menjadi momentum percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Lampung Utara. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, RSUD H.M. Ryacudu diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih cepat, modern, dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional di Provinsi Lampung.( Red/JM)











