DEMOKRASINEWS, Mesuji, 7 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi Lampung melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah perbatasan melalui groundbreaking lanjutan ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Desa Sido Mulyo, Kabupaten Mesuji, Rabu (6/5/2026).
Groundbreaking tersebut dipimpin langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal sebagai bagian dari komitmen memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya jalur penghubung Lampung dengan Sumatera Selatan melalui Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Pembangunan ruas Brabasan–Wiralaga bukan dimulai dari awal. Penanganan ruas telah dilakukan sejak tahun 2025 dan dilanjutkan pada tahun 2026 guna memastikan akses transportasi di wilayah perbatasan semakin baik dan berkelanjutan.

Ruas jalan tersebut menjadi jalur vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama untuk angkutan hasil perkebunan seperti sawit, karet, dan singkong. Dengan peningkatan kualitas jalan, distribusi hasil produksi diharapkan lebih lancar sehingga mampu menekan biaya logistik dan mempercepat mobilitas barang maupun masyarakat.
Selain mendukung sektor ekonomi, pembangunan jalan juga memberi dampak langsung terhadap akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan publik bagi warga di wilayah Mesuji dan sekitarnya.
Dalam proyek lanjutan tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penanganan efektif sepanjang sekitar 8,83 kilometer dari total panjang ruas mencapai ±29,44 kilometer. Jalan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton dengan pelebaran dari sekitar 5 meter menjadi 8,4 meter.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp100 miliar tersebut ditargetkan memiliki daya tahan minimal 15 tahun untuk menopang kendaraan bertonase berat. Pengerjaan dijadwalkan selesai dalam 240 hari kalender dan diupayakan rampung pada September 2026.
Pemprov Lampung juga menargetkan kemantapan ruas Brabasan–Wiralaga mencapai 100 persen pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur daerah.
Gubernur Lampung menegaskan bahwa wilayah perbatasan tetap menjadi prioritas pembangunan agar tidak tertinggal dari pusat pertumbuhan lainnya.
“Mesuji memang jauh, tapi tidak boleh jauh dari pembangunan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat konektivitas regional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Lampung–Sumatera Selatan.( Red/Rhd/Rls Diskominfo Pemprop Lampung )











