DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 2 Agustus 2026 – Semangat gotong royong dan swadaya murni yang dilakukan masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Lampung Timur menjadi bukti kuat bahwa infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan warga. Di tengah keterbatasan, masyarakat memilih bergerak bersama melalui iuran sukarela demi membangun jalan permukiman yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi.
Gerakan swadaya yang sebelumnya menjadi perhatian publik di Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, kini mulai menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Lampung Timur. Warga secara mandiri mengumpulkan dana, menyediakan tenaga, hingga bergotong royong membangun jalan rigid beton demi meningkatkan akses transportasi dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Salah satu desa yang turut mengembangkan gerakan tersebut adalah Desa Sribhawono. Kepala Desa Sribhawono, Wisnu Buih Prabowo, menjelaskan bahwa pembangunan jalan yang berlangsung di sejumlah dusun merupakan hasil iuran murni masyarakat yang dikelola secara transparan melalui kepala dusun bersama warga.

“Program ini sudah dimulai sejak tahun lalu. Pada musim kemarau tahun ini, pembangunannya semakin masif. Saat ini beberapa dusun seperti Dusun 3, Dusun 8, Dusun 9, dan dusun lainnya terus melaksanakan pembangunan jalan melalui swadaya masyarakat,” ujarnya kepada DemokrasiNews.co.id, Minggu (2/8/2026).
Menurut Wisnu, Pemerintah Desa juga memberikan dukungan melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berasal dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya dari kontribusi para pedagang di kawasan lapangan Desa Sribhawono dan ada bantuan dari Camat Bandar Sribhawono Deki Ismirawansyah berupa pasir dan batu split.
“Dukungan pemerintah desa dilakukan secara bertahap. Target kami seluruh jalan permukiman dari Dusun 1 hingga Dusun 12 dapat ditingkatkan menjadi jalan rigid beton. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan tidak keberatan bergotong royong maupun memberikan iuran demi kepentingan bersama,” katanya.
Sementara itu, di Desa Bandar Agung, semangat swadaya masyarakat juga terus berkembang. Hingga awal Agustus 2026, panjang jalan rigid beton yang berhasil dibangun melalui iuran masyarakat diperkirakan telah mencapai hampir 7 kilometer, tersebar di berbagai dusun.
Seluruh pembangunan tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Semangat kebersamaan itu menjadi contoh nyata bahwa partisipasi warga mampu menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan.
Warga Desa Bandar Agung, Bambang, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan masyarakat membangun jalan secara mandiri.
“Alhamdulillah, hingga saat ini kurang lebih hampir enam kilometer jalan rigid beton sudah berhasil dibangun dari hasil iuran masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang telah memberikan dukungan, termasuk bantuan mesin molen untuk mempercepat proses pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah yang turun langsung memberikan motivasi kepada masyarakat semakin meningkatkan semangat gotong royong. Warga menargetkan sedikitnya 30 persen jalan permukiman di Desa Bandar Agung berada dalam kondisi baik hingga akhir tahun 2026.
Di sisi lain, gerakan swadaya ini juga menjadi pesan kuat bagi pemerintah daerah agar mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pemerintah diharapkan segera menyusun kebijakan yang lebih tegas terkait pengaturan kendaraan bertonase besar agar tidak melintasi jalan-jalan permukiman yang tidak dirancang untuk menahan beban berat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas jalan yang telah dibangun, melindungi investasi masyarakat, sekaligus menciptakan kenyamanan dan keselamatan bagi warga.
Semangat gotong royong yang tumbuh di berbagai desa di Lampung Timur menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah. Ketika masyarakat bersatu dan pemerintah hadir memberikan dukungan serta kebijakan yang tepat, pembangunan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan. Gerakan ini menjadi inspirasi bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri.( Red/Prie )











