DEMOKRASINEWS, Lampung Utara, 28 September 2026 — Setahun memimpin Kecamatan Abung Selatan, Ahmad Agus Rama Halik, SE, MM, tidak hanya menjalankan rutinitas pemerintahan. Sejumlah capaian di bidang keagamaan, olahraga, kebudayaan, hingga pemberdayaan desa berhasil ditorehkan selama ia memimpin kecamatan yang terdiri atas 16 desa tersebut.
Agus Rama Halik dilantik sebagai Camat Abung Selatan pada 3 Oktober 2025. Kecamatan itu memiliki luas wilayah sekitar 14.136 hektare.
Sejak menerima amanah tersebut, Agus berupaya mendorong potensi wilayah sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Salah satu capaian menonjol terjadi pada Juli 2026 ketika Abung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Lampung Utara. Tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, Abung Selatan juga berhasil meraih predikat juara umum pertama.
Prestasi lainnya datang dari bidang olahraga melalui Pekan Olahraga Kabupaten tingkat kecamatan. Di bidang kebudayaan, Abung Selatan meraih juara III pawai budaya dalam rangka HUT Kabupaten Lampung Utara.
Dari tingkat desa, Desa Sinar Ogan, Kecamatan Abung Selatan, juga berhasil meraih juara III lomba desa tingkat Kabupaten Lampung Utara 2026.
Berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama. Agus menilai keberhasilan pemerintahan kecamatan bukanlah hasil kerja seorang camat semata, melainkan buah kolaborasi antara aparatur kecamatan, kepala desa, perangkat desa, masyarakat, pemuda, tokoh adat, dan berbagai elemen lainnya.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kecamatan itu dekat dengan masyarakat. Karena itu komunikasi dan koordinasi menjadi sangat penting,” ujar Agus Rama Halik, Minggu (27/9/2026).
Pria kelahiran Kotabumi, 24 Agustus 1978, dan berasal dari Mulang Maya itu dikenal komunikatif serta mudah bergaul. Dalam menjalankan tugas, ia berupaya membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.
Gelar adat Suttan Rajo Ningrat juga menjadi bagian dari identitas sosial Agus Rama Halik di tengah masyarakat Lampung.
Menurut Agus, berbagai prestasi yang diraih Abung Selatan selama masa kepemimpinannya tidak dapat diklaim sebagai keberhasilan pribadi.
“Saya tidak bekerja sendiri. Ada jajaran kecamatan, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat Abung Selatan. Prestasi itu merupakan hasil kerja bersama,” katanya.
Bagi Agus, keberhasilan pemerintahan kecamatan juga tidak semata-mata diukur dari kegiatan seremonial. Pelayanan publik, koordinasi antarpemerintahan desa, penyelesaian persoalan masyarakat, serta kemampuan menggerakkan potensi desa menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan kewilayahan.
Ikuti Seleksi JPTP
Setelah satu tahun memimpin Abung Selatan, Agus Rama Halik kini memasuki tahapan baru dalam perjalanan karier birokrasi.
Ia mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Salah satu jabatan yang diikutinya adalah calon Kepala Dinas Pariwisata.
Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, terdapat sejumlah jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah yang kosong dan pengisiannya dilakukan melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Agus mengatakan keputusannya mengikuti seleksi bukan semata-mata untuk mengejar posisi baru. Ada tiga alasan yang menjadi motivasinya, yakni pengembangan karier, peningkatan eselonisasi, serta aktualisasi diri dalam memimpin organisasi dengan cakupan tanggung jawab yang lebih luas.
“Motivasi saya mengikuti selter ini adalah pengembangan jenjang karier, peningkatan eselonisasi, sekaligus aktualisasi diri dalam memimpin organisasi dengan skala yang lebih luas,” ujarnya.
Perpindahan dari pemerintahan kewilayahan ke organisasi perangkat daerah tentu menghadirkan ruang kerja yang berbeda. Jika di kecamatan seorang camat berhadapan langsung dengan dinamika pemerintahan 16 desa dan masyarakat, pada level OPD tanggung jawab mencakup pengelolaan organisasi, program sektoral, sumber daya aparatur, serta pencapaian target pembangunan daerah.
Agus menyebut pengalaman memimpin Abung Selatan menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Pengalaman di kecamatan banyak memberikan pembelajaran kepada saya. Kita belajar mendengar masyarakat, menyelesaikan persoalan, membangun koordinasi dan bekerja bersama banyak pihak. Pengalaman itu tentu menjadi bekal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.
Namun, keikutsertaan Agus dalam seleksi JPTP belum berarti dirinya telah menduduki jabatan yang dilamar. Penetapan pejabat nantinya tetap bergantung pada seluruh tahapan dan mekanisme seleksi yang berlaku.
Sementara itu, satu tahun kepemimpinannya di Abung Selatan telah mencatat sejumlah capaian, mulai dari MTQ, olahraga, kebudayaan, hingga prestasi desa.
Bagi Agus Rama Halik, perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses pengabdian sekaligus pengalaman dalam mengelola pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Pada akhirnya yang ingin saya lakukan adalah terus memberikan kontribusi. Di mana pun diberikan amanah, saya ingin bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta organisasi,” tuturnya.
Dari Abung Selatan, perjalanan Agus kini memasuki babak berikutnya. Pengalaman memimpin 16 desa menjadi bekal ketika ia mengikuti seleksi untuk tanggung jawab birokrasi dengan cakupan yang lebih luas.
Hasil seleksi JPTP masih menunggu seluruh tahapan dan keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.( Red/JM )














