DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung,14 Mei 2026 – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggandeng Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) dalam mematangkan konsep pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung.Kolaborasi insan pers dan lembaga adat ini diharapkan memperkuat promosi budaya serta pariwisata Lampung di tingkat nasional.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus harian PWI Lampung bersama jajaran pengurus dan Dewan Perwatin MPAL di Sekretariat MPAL, Jalan Way Mahan, Sumurbatu, Bandarlampung, Rabu (13/5/2026).
Ketua Harian MPAL, Ahmad Nyerupa, menegaskan bahwa persiapan dua agenda nasional tersebut harus dilakukan secara matang dan terencana. Menurutnya, kegiatan berskala nasional itu diperkirakan akan dihadiri Presiden RI beserta jajaran menteri kabinet, sehingga seluruh rangkaian acara perlu dipersiapkan secara maksimal.

“Konsep acara harus benar-benar matang. Kami berharap setiap kegiatan tetap menonjolkan kekayaan budaya Lampung sebagai identitas daerah,” ujarnya.
Ia menilai HPN dan Porwanas tidak hanya menjadi ajang silaturahmi insan pers maupun kompetisi olahraga wartawan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata Lampung kepada masyarakat nasional.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga menyinggung penentuan maskot resmi kegiatan. Ketua Dewan Perwatin MPAL, Erdiyansyah Putra, mengusulkan gajah sebagai simbol utama HPN dan Porwanas 2027.
Menurutnya, gajah merupakan satwa khas Lampung yang memiliki nilai historis dan filosofi kuat, sekaligus aman serta mudah dikenali sebagai ikon daerah.
“Gajah adalah hewan khas Lampung yang ikonik untuk dijadikan maskot kegiatan nasional,” katanya.
Ia menambahkan, rancangan maskot nantinya perlu terlebih dahulu disampaikan kepada MPAL untuk dikaji sebelum diputuskan secara resmi.
Sementara itu, Sekretaris Umum MPAL, Roby Aswan, mengatakan keputusan mengenai maskot, ikon budaya, hingga susunan acara akan dibahas melalui rapat Dewan Perwatin.
“Setelah ada keputusan resmi dari Dewan Perwatin, tindak lanjutnya segera kami sampaikan kepada PWI Lampung,” ujarnya.
Kepala Sekretariat MPAL Lampung, Sutan Darmawan, mengapresiasi langkah PWI Lampung yang melibatkan lembaga adat dalam proses persiapan agenda nasional tersebut.
Menurut dia, kolaborasi antara organisasi pers dan lembaga adat menjadi langkah penting agar penyambutan tamu serta simbol kegiatan tetap selaras dengan nilai-nilai budaya Lampung.
Di sisi lain, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menegaskan bahwa Porwanas juga memiliki nilai strategis dalam peningkatan kualitas jurnalistik olahraga nasional.
“Porwanas menjadi ajang pembinaan dan seleksi wartawan olahraga untuk peliputan PON,” ujarnya.
Lampung sendiri terakhir kali menjadi tuan rumah Porwanas pada 1993. Pada penyelenggaraan tahun 2027 mendatang, daerah tersebut diperkirakan akan menerima kedatangan sekitar 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia.
PWI Lampung berharap penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027 dapat memberikan dampak positif bagi daerah, mulai dari peningkatan sektor ekonomi hingga penguatan promosi wisata dan budaya Lampung di tingkat nasional.( Red/Rls PWI Lampung )










