• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”

DemokrasiNews
02/05/2026
in Sosial Budaya, Edukasi, Nasional, Pendidikan, Wisata
“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”

DEMOKRASINEWS, Bandar Lampung, 2 Mei 2026 – Kesenian tradisional Reog Ponorogo yang berasal dari Kabupaten Ponorogo kembali menegaskan eksistensinya di kancah dunia setelah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada akhir tahun 2024. Seni pertunjukan ini dikenal sebagai perpaduan antara kekuatan fisik, nilai spiritual, dan unsur dramatik yang sarat makna sejarah.

Dalam setiap pementasannya, Reog Ponorogo mengisahkan konflik antara Kerajaan Bantarangin dan Kerajaan Kediri. Pertunjukan ini menampilkan sejumlah tokoh ikonik dengan filosofi mendalam. Sosok Singo Barong atau Dadak Merak menjadi pusat perhatian, berupa topeng kepala singa berhias bulu merak setinggi dua meter dengan berat mencapai 50 kilogram, yang diangkat hanya dengan kekuatan gigi oleh seorang pembarong.

“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”
“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”

Selain itu, terdapat Klono Sewandono, raja Bantarangin yang digambarkan sakti dan gagah dengan pecut Samandiman. Tokoh Bujang Ganong hadir sebagai patih yang lincah, jenaka, sekaligus piawai dalam atraksi akrobatik. Sementara itu, Jathil atau Jathilan menggambarkan prajurit berkuda yang tangkas, dan Warok menjadi simbol kekuatan spiritual, kedisiplinan, serta kebijaksanaan.

“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas” “Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas” “Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”

Awalnya, kesenian ini merupakan bentuk kritik sosial dan simbol perlawanan. Namun seiring waktu, Reog Ponorogo berkembang menjadi hiburan rakyat yang kerap ditampilkan dalam berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, hingga festival budaya nasional, termasuk Festival Nasional Reog Ponorogo yang menarik ribuan wisatawan.

“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas” “Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas” “Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”
“Reog Ponorogo di Tanah Lampung: Menjaga Warisan, Merawat Identitas”

Menariknya, semangat pelestarian budaya ini juga tumbuh jauh dari tanah asalnya. Di Kota Bandar Lampung, kesenian Reog Ponorogo tetap hidup dan berkembang melalui tangan-tangan para perantau Jawa. Salah satu pelestari aktif adalah Sanggar Singo Manggolo Yudho yang dipimpin oleh Wahyu Hidayat.

Di sanggar yang berlokasi di Kecamatan Langkapura itu, generasi muda dilatih untuk mengenal dan mencintai budaya leluhur. Wahyu menegaskan bahwa menjaga warisan budaya bukan sekadar tanggung jawab masyarakat di daerah asal, tetapi juga seluruh anak bangsa di mana pun berada.

“Reog Ponorogo adalah warisan leluhur. Meski kami tinggal di Lampung, kami tetap menjaga dan melestarikannya agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak sejarah budaya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya agar tidak diakui oleh bangsa lain. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap budaya lokal setempat.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kami juga ikut menjaga budaya Lampung sebagai bentuk kebersamaan dalam keberagaman,” tambahnya.

Upaya pelestarian ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka peluang menjadikan kesenian tradisional sebagai daya tarik wisata. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Reog Ponorogo diharapkan tetap relevan dan diminati oleh generasi masa kini.

Di tengah arus modernisasi, langkah kecil dari sebuah sanggar di Lampung ini menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak mengenal batas geografis. Ia hidup, tumbuh, dan diwariskan—selama masih ada yang peduli untuk menjaganya.( Red/Prie )


Berita Terkini

Purna PMI Lampung Timur Didorong Naik Kelas, Pengalaman Kerja di Luar Negeri Jadi Modal Bangun Usaha
Advertorial

Purna PMI Lampung Timur Didorong Naik Kelas, Pengalaman Kerja di Luar Negeri Jadi Modal Bangun Usaha

DemokrasiNews
19/08/2026
Ukom 24 Pejabat Eselon II Lampung Utara Dimulai, 11 Jabatan Strategis Masih Kosong
Advertorial

Ukom 24 Pejabat Eselon II Lampung Utara Dimulai, 11 Jabatan Strategis Masih Kosong

DemokrasiNews
19/08/2026
Lampung Timur Perkuat Satgas Demimas, Dorong Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran
Advertorial

Lampung Timur Perkuat Satgas Demimas, Dorong Migrasi Aman dan Perlindungan Pekerja Migran

DemokrasiNews
18/08/2026
Ketika Sampah Tak Lagi Jadi Masalah: Warga Sindang Sari Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Advertorial

Ketika Sampah Tak Lagi Jadi Masalah: Warga Sindang Sari Mengubah Limbah Menjadi Berkah

DemokrasiNews
18/08/2026
HUT ke-81 RI, Bupati Lampung Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
Advertorial

HUT ke-81 RI, Bupati Lampung Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan

DemokrasiNews
17/08/2026
HUT RI ke-81 di Banjar Agung: Khidmatnya Upacara, Semaraknya Kebersamaan Warga
Sosial Budaya

HUT RI ke-81 di Banjar Agung: Khidmatnya Upacara, Semaraknya Kebersamaan Warga

DemokrasiNews
17/08/2026

Related News

Presiden Joko Widodo Minta Percepatan Vaksinasi di Provinsi Kalimantan Selatan

Presiden Joko Widodo Minta Percepatan Vaksinasi di Provinsi Kalimantan Selatan

22/10/2021
Gelar RAT Perdana, Ini Pesan Dandim 0429/Lamtim

Gelar RAT Perdana, Ini Pesan Dandim 0429/Lamtim

07/04/2021
Seminar Nasional “How To Be a Great Teacher” Dorong Guru Menjadi Pendidik Inspiratif dan Mandiri

Seminar Nasional “How To Be a Great Teacher” Dorong Guru Menjadi Pendidik Inspiratif dan Mandiri

25/05/2026

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/