DEMOKRASINEWS, Tanggamus, Lampung — Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Tanggamus Expo 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 daerah tersebut. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 6–10 April 2026, di Lapangan Tangsi.
Ajang tahunan ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Sebanyak 98 stan ambil bagian, melibatkan instansi pemerintah, perwakilan kecamatan, pelaku usaha, hingga sektor kuliner.
Beragam informasi ditampilkan kepada pengunjung, mulai dari capaian pembangunan daerah hingga produk unggulan lokal. Pada malam hari, panggung hiburan musik turut meramaikan suasana dan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan muda dan keluarga.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, warga tampak memadati area expo untuk berbelanja, bersantai, dan menikmati suasana perayaan.
Namun, di balik tingginya minat pengunjung, muncul keluhan terkait kondisi lokasi acara. Lapangan yang masih berupa tanah merah berubah menjadi becek dan berlumpur akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Mereka mengaku khawatir situasi tersebut akan berdampak pada jumlah pengunjung dan penjualan.
“Kalau hujan, jadi sepi. Pembeli juga enggan masuk karena becek,” ujar salah satu pedagang.
Persoalan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan. Selain menghadirkan acara yang meriah dan berdampak ekonomi, aspek kenyamanan, infrastruktur, dan aksesibilitas dinilai perlu mendapat perhatian lebih.
Meski demikian, Tanggamus Expo 2026 tetap menjadi momentum strategis dalam memperkenalkan potensi daerah serta memperkuat daya saing UMKM lokal di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.( Red/Prie/Ato )











