DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai. Lokasi yang seharusnya menjadi pusat aktivitas nelayan justru dipenuhi bangkai perahu rusak dan mengalami pendangkalan, sehingga menghambat proses pendaratan ikan.
Sejumlah perahu nelayan yang sudah tidak terpakai dibiarkan menumpuk di area docking. Saat air laut surut, bangkai perahu terlihat jelas berserakan dan menghalangi perahu lain untuk bersandar.

Dari pantauan langsung team media DemokrasiNews.co.id ,Selasa ( 7/4/2026 ), ironisnya, kapal berukuran besar milik instansi pemerintah, yakni kapal “Banawa 131”, juga tampak terbengkalai dalam kondisi rusak selama bertahun-tahun. Keberadaan kapal tersebut semakin mempersempit ruang sandar bagi nelayan.
Taryo, salah satu nelayan setempat, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung lama. Menurutnya, perahu rusak sengaja dibiarkan hingga lapuk karena nelayan lain tidak berani memindahkannya tanpa izin pemilik.
“Biasanya dibiarkan sampai hancur sendiri terbawa ombak. Nelayan kecil tidak berani memindahkan karena lokasi sandar sudah seperti dikuasai pihak tertentu,” ujarnya.


Ia menilai, instansi terkait seharusnya turun tangan untuk menertibkan kondisi tersebut, terlebih kantor dinas berada tidak jauh dari lokasi PPI.
Hal senada disampaikan Wahyu, warga setempat. Ia menilai kawasan PPI memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata jika ditata dengan baik.
“Kalau rapi, pasti banyak pengunjung datang. Selain wisata, mereka juga bisa membeli ikan langsung dari nelayan,” katanya.
Selain persoalan sampah perahu, pendangkalan sungai di sekitar PPI juga menjadi kendala serius. Kondisi ini membuat perahu nelayan kesulitan merapat ke tepi.
Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, hingga organisasi nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) segera mengambil langkah konkret.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk dan berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat nelayan setempat.(Red/Prie)











