DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Sebuah peninggalan bersejarah dan memiliki nilai history berada di Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung Lampung Timur. Menurut masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Batu Lesung.
Batu Lesung tersebut berbentuk lempeng dan pada bagian tengah terdapat lubang menyerupai bekas pukulan lesung, yang ada di Desa Negara Saka Dusun IV RT 9, Kecamatan Jabung. Batu Lesung tersebut menurut masyarakat setempat menilai ada mistis sakral dan memiliki potensi objek wisata religi.
Jauhari Kepala Desa Negara Saka, pada Minggu 13/06/2021 saat tim DemokrasiNews.co.id melakukan kunjungan ke lokasi keberadaan Batu Lesung tersebut menjelaskan, batu tersebut awalnya hanya berada di atas gundukan tanah tidak terawat. Akan tetapi setelah mendengar cerita dari beberapa sesepuh desa, jika Batu Lesung tersebut,merupakan peninggalan leluhur terdahulunya, sehingga saya sebagai Kepala Desa membuatkan tempat seperti punden untuk merawat Batu Lesung tersebut.
” Pemerintah desa membangun pondasi dua tingkat, dengan luas 12 x 6 meter, dan kami memagarinya dengan rantai keliling. Tujuan kami untuk menjaga atau melestarikan peninggalan leluhur tersebut ,” kata Jauhari.
Jauhari menjelaskan, jika Batu Lesung tersebut, dapat menjadi objek wisata religi. Sebab saat ini sering di kunjungi warga untuk melakukan meditasi serta melaksanakan kegiatan berdoa dengan keyakinan tertentu, sehingga pemerintah desa melirik potensi wisata religi. Hal Ini bukan perbuatan sirik, namum negara kita juga kaya adat istiadat serta budaya yang harus dijaga kelestariannya,”
“Sedangkan untuk progres kedepannya menurut Jauhari akan menjadikan lokasi sekitar lebih rindang, dengan menanami berbagai pepohonan agar pengunjung lebih nyaman. Juga bisa menjadi peluang usaha bagi warga sekitar dengan menjual berbagai macam kuliner.
Diharapkan keberadaan Punden Batu Lesung bersejarah di Desa Negara Saka ini dapat menjadi obyek wisata baru. Sehingga citra positif Kecamatan Jabung dikenal masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan kunjungan wisatawan.
“Kalau saat ini tempatnya masih apa adanya, belum ada tempat berteduh atau fasilitas lain, karena berada ditanah lapang,” jelas Jauhari.
Tim Liputan Anwarudin.
Red DemokrasiNews











