DEMOKRASINEWS, Gresik, Jawa Timur, 26 Agustus 2026 — Tim lokal pendamping Desa Migran Emas Kabupaten Lampung Timur mendapat penghargaan atas keberhasilan menjalankan program pendampingan dan penguatan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), keluarga PMI, serta purna PMI selama satu tahun.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU), dengan dukungan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, di Hotel Aston Gresik, Jawa Timur, 24–27 Agustus 2026.
Konsolidasi nasional tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan, mendokumentasikan praktik baik, serta merumuskan strategi keberlanjutan berbagai inisiatif pelindungan PMI yang telah tumbuh di tingkat komunitas.
Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK) merupakan kolaborasi Lakpesdam PBNU dan GIZ untuk mendukung penguatan tata kelola pelindungan PMI dan keluarganya. Program ini sekaligus mendorong penguatan mekanisme pelindungan PMI melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan berbagai unsur komunitas.
Di Kabupaten Lampung Timur, tim lokal pendamping Desa Migran Emas dinilai berhasil menjalankan sejumlah program strategis selama satu tahun pelaksanaan.
Salah satu capaian penting adalah pelaksanaan kick-off koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan (multipihak) yang kemudian mendorong terbentuknya Forum Multi-Stakeholder Forum (MSF). Forum tersebut selanjutnya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.
Selain memperkuat koordinasi antarpihak, tim lokal juga melaksanakan pelatihan psikososial bagi konselor sebaya berbasis komunitas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial kepada lingkungan keluarga dan komunitas pekerja migran.
Program lain yang dijalankan meliputi pelatihan migrasi aman, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses migrasi, potensi risiko, serta pentingnya menempuh prosedur migrasi secara aman dan sesuai ketentuan.
Dari sisi pemberdayaan ekonomi, tim lokal turut menggelar pelatihan keterampilan UMKM bagi purna PMI. Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha bagi pekerja migran yang telah kembali ke daerah asal.
Penguatan pelindungan berbasis komunitas juga dilakukan melalui Satgas Desa Migran Aman (Demimas) di sembilan desa di Kabupaten Lampung Timur.
Kesembilan desa tersebut meliputi Desa Sumbergede, Pakuanaji, Rajabasa Lama, Labuhan Ratu, Jepara, Mataram Baru, Sribhawono, Bandar Agung, dan Sidorejo.
Selain penguatan kapasitas, program tersebut juga menghasilkan capaian berupa terbentuknya Satgas Demimas di tingkat desa serta kelompok UMKM purna PMI.
Keberadaan kelompok dan satuan tugas di tingkat desa diharapkan dapat menjadi fondasi keberlanjutan pelindungan PMI setelah program P2MI-BK berakhir. Dengan demikian, pelindungan tidak berhenti pada pelaksanaan proyek, tetapi dapat terus menjadi bagian dari mekanisme pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Konsolidasi nasional di Gresik menjadi ruang penting untuk memastikan praktik baik yang telah dilakukan di daerah tidak berhenti setelah program selesai. Pengalaman Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan berbasis komunitas dapat mempertemukan pemerintah, masyarakat, pendamping, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pelindungan PMI.
Adapun tim lokal P2MI-BK Kabupaten Lampung Timur terdiri atas Romiatun sebagai Koordinator, Siti Kholifah sebagai Asisten I, Kholifudin sebagai Asisten II, dan Sudrajad Maulana sebagai Finance.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelindungan PMI bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak. Penguatan kapasitas desa, pemberdayaan ekonomi purna PMI, serta dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam membangun migrasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Melalui keberlanjutan forum multipihak, Satgas Demimas, dan kelompok UMKM purna PMI, berbagai praktik baik yang telah dibangun di Lampung Timur diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi PMI, keluarga PMI, serta masyarakat di daerah asal.(Red/Supriyono)











