DEMOKRASINEWS,Bangkok Thailand, 3 Juli 2026 – Perjalanan wisata keliling ASEAN yang dijalani Haji Bunyamin, Reporter DemokrasiNews.co.id, menghadirkan pengalaman spiritual yang berkesan. Pada Jumat (3/7/2026), ia menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Al Mulawee, salah satu masjid yang berada di kawasan pusat Kota Bangkok, Thailand. Momen tersebut menjadi pengalaman religius sekaligus memperlihatkan wajah toleransi dan keberagaman kehidupan masyarakat Muslim di Negeri Gajah Putih.
Suasana ibadah di Masjid Al Mulawee berlangsung dengan khusyuk. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, baik warga lokal maupun pendatang. Pelaksanaan Salat Jumat berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Menariknya, tata cara pelaksanaan ibadah serta pola jamaah di masjid tersebut sangat mirip dengan yang lazim ditemui di berbagai masjid di Indonesia. Kesamaan tersebut memberikan rasa akrab dan nyaman bagi jamaah asal Indonesia yang tengah berada di Bangkok.
Di luar masjid, Kota Bangkok diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak pagi. Curah hujan yang turun hampir sepanjang hari menjadi bagian dari kondisi alam yang umum terjadi pada penghujung Juni hingga memasuki awal Juli. Meski cuaca kurang bersahabat, antusiasme umat Islam untuk memenuhi panggilan Salat Jumat tetap tinggi. Para jamaah datang dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa kondisi cuaca bukanlah penghalang untuk menjalankan kewajiban beribadah.

Pemandu perjalanan, Irfan Zailani, warga asli Bangkok Selatan, menjelaskan bahwa periode akhir Juni hingga awal musim panas memang menjadi masa datangnya musim penghujan di Thailand. Menurutnya, hujan deras yang mengguyur Bangkok merupakan fenomena tahunan yang telah menjadi bagian dari siklus iklim di negara tersebut. Karena itu, masyarakat setempat telah terbiasa beraktivitas di tengah cuaca yang sering berubah dengan cepat.
Pengalaman menunaikan Salat Jumat di Bangkok memberikan pesan bahwa nilai-nilai persaudaraan umat Islam melampaui batas negara dan budaya. Perbedaan bahasa maupun kebangsaan tidak mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Justru, kebersamaan di dalam masjid menjadi simbol kuat bahwa Islam mengajarkan persatuan, persaudaraan, serta saling menghormati di mana pun umatnya berada.
Perjalanan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi para wisatawan Indonesia bahwa wisata tidak hanya menghadirkan keindahan destinasi, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal kehidupan sosial, budaya, dan keberagaman masyarakat di negara lain. Bagi umat Muslim, kesempatan melaksanakan ibadah di masjid-masjid luar negeri menjadi pengalaman spiritual yang memperkaya wawasan sekaligus mempererat rasa persaudaraan sesama Muslim di tingkat internasional.
Melalui perjalanan tersebut, Haji Bunyamin berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk tidak ragu menjelajahi berbagai negara sambil tetap menjaga komitmen menjalankan ibadah. Di mana pun berada, nilai-nilai keimanan, toleransi, dan persaudaraan akan selalu menjadi jembatan yang menyatukan umat manusia dalam semangat kedamaian dan saling menghormati.( Red/Laporan Haji Bunyamin dari Thailand)










