DEMOKRASINEWS, Madinah, 2 Mei 2026 – Lautan manusia tampak memenuhi Masjid Nabawi sejak fajar menyingsing. Ribuan jemaah calon haji dari berbagai penjuru dunia berbaur dalam satu tujuan: menunaikan ibadah dengan khusyuk di salah satu masjid paling mulia dalam Islam.
Langkah demi langkah jemaah bergegas memasuki area masjid. Sebagian lainnya harus rela melaksanakan salat di pelataran karena ruang utama telah penuh. Meski demikian, keterbatasan tempat tak mengurangi kekhidmatan ibadah. Lantunan doa dan dzikir tetap menggema, menghadirkan suasana spiritual yang begitu kuat.
Keistimewaan Masjid Nabawi menjadi daya tarik utama. Dalam ajaran Islam, salat di masjid ini memiliki keutamaan setara 1.000 kali lipat dibandingkan masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram yang mencapai 100.000 kali lipat. Sementara itu, Masjid Al-Aqsa memiliki keutamaan 250 kali lipat.
Keutamaan tersebut tidak hanya berlaku di dalam bangunan utama, tetapi juga mencakup area perluasan dan pelataran yang masih terhubung dengan kompleks masjid. Hal ini menjadi kabar menenangkan bagi jemaah yang tidak mendapatkan tempat di dalam ruangan utama.
Di antara area yang paling diburu adalah Raudhah, sebuah lokasi yang diyakini sebagai “taman surga”, terletak di antara rumah dan mimbar Nabi Muhammad ﷺ. Jemaah rela mengantre dan menunggu giliran demi dapat menunaikan salat dan memanjatkan doa di tempat istimewa tersebut.

“Rasanya haru sekali bisa sampai di sini. Walau harus menunggu lama, semua terbayar saat bisa berdoa di Raudhah,” ungkap salah satu jemaah asal Indonesia dengan mata berkaca-kaca.
Ciri khas lain yang menambah kenyamanan jemaah adalah payung-payung raksasa di pelataran masjid. Payung ini dibuka setiap pukul 06.00 waktu setempat dan ditutup kembali pada pukul 18.00, melindungi jemaah dari terik matahari Madinah yang menyengat.
Tak hanya menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat pembelajaran. Bagi jemaah Indonesia, tersedia kajian keagamaan berbahasa Indonesia yang rutin digelar setelah salat Magrib di area pintu 19. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman agama selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Di tengah kepadatan dan dinamika jemaah, semangat untuk beribadah tetap menjadi energi utama. Masjid Nabawi bukan sekadar tempat, melainkan ruang perjumpaan antara harapan, doa, dan kerinduan umat Muslim dari seluruh dunia.( Red/ Laporan Agustobationo dari Madinah )










