DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Sore itu suasana redup dengan tamaran cahaya senja ditambah aroma jajanan tradisional bercampur dengan riuh suara pengunjung di pelataran festival UMKM di lapangan Merdeka Desa Sribhawono. Di antara deretan tenda sederhana, wajah-wajah penuh harap tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Salah satunya adalah Nurhayati pelaku UMKM kuliner yang tak henti tersenyum sambil melayani pembeli. Baginya, perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Lampung Timur bukan hanya sekadar pesta daerah, melainkan momentum yang membawa berkah.
“Biasanya sehari paling laku puluhan ribu. Di sini bisa ratusan ribu, bahkan lebih,” ujarnya sambil membungkus pesanan pelanggan.

Cerita Nurhayati hanyalah satu dari banyak kisah pelaku usaha kecil yang merasakan langsung dampak festival tersebut. Selama beberapa hari pelaksanaan, perputaran uang meningkat, lapak-lapak ramai, dan optimisme tumbuh di tengah masyarakat.
Sementara Bupati Ella Siti Nuryamah turut serta melihat langsung stan-stan kuliner menjelaskan, fenomena ini sebagai bukti bahwa UMKM memiliki peran nyata dalam menggerakkan ekonomi daerah. Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi ruang bertemunya harapan, kerja keras, dan peluang.
“Di sinilah kita bisa melihat denyut ekonomi masyarakat. UMKM hidup, masyarakat bergerak,” katanya.
Festival ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, pemerintah, para pelaku usaha, hingga komunitas lokal. Meski dengan keterbatasan anggaran, semangat gotong royong menjadikan kegiatan ini tetap berjalan dan memberi dampak nyata.
Di balik hiruk-pikuk festival, pemerintah daerah kini menatap langkah yang lebih jauh. Setelah tahun ini dipusatkan di Bandar Sribhawono, rencana berikutnya adalah menghidupkan Sukadana sebagai pusat ekonomi baru.
Bagi para pelaku UMKM, rencana itu membawa harapan baru. Mereka tidak hanya ingin ramai saat festival, tetapi juga keberlanjutan usaha di hari-hari biasa.
“Harapannya, setelah ini pembeli tetap ada, bukan hanya saat acara,” kata Nurhayati menyiratkan mimpi sederhana yang dimiliki banyak pelaku usaha kecil lainnya.
Di tengah geliat ekonomi yang mulai terasa, festival ini seakan menjadi pengingat bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak selalu datang dari hal besar. Kadang, ia tumbuh dari lapak kecil, dari tangan-tangan gigih yang tak pernah lelah berusaha.
Dan dari sanalah, harapan tentang masa depan Lampung Timur perlahan dibangun.( Red/Prie )











