DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Riuh semangat memenuhi Gedung Olahraga Bumie Tuah Pepadan, kompleks Islamic Center Sukadana, Kamis (23/4/2026).
Ratusan tenaga pendidik dari berbagai penjuru Lampung Timur hadir dalam Seminar Nasional GREAT bertajuk “How to Be a Teacher”, yang mengusung pesan kuat: pengajar belum tentu mengajar, tetapi harus mampu menginspirasi.
Para peserta terdiri dari guru agama maupun guru umum, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, memperkuat peran sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi masa depan.

Seminar ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran guru di tengah tantangan zaman. Di dalam ruang yang penuh antusiasme itu, para guru diajak untuk melihat kembali makna profesi mereka bahwa menjadi guru adalah tentang memberi pengaruh, bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah kenaikan insentif guru.
“Usia Kabupaten Lampung Timur saat ini 27 tahun, dan kami baru satu tahun memimpin. Ke depan, insya Allah masih banyak waktu untuk berbenah. Salah satu fokus kami adalah bagaimana sebelum masa jabatan ini berakhir, insentif guru dapat meningkat,” tegas Ela.

Ia juga menekankan bahwa peran guru jauh melampaui ruang kelas. Guru, menurutnya, adalah figur sentral dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak.
“Guru itu bukan sekadar mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Ini tanggung jawab besar yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ela mengajak seluruh tenaga pendidik untuk aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendeteksi dan melaporkan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Jika ada anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu, atau yang membutuhkan layanan kesehatan, mari kita laporkan. Pemerintah daerah siap membantu melalui program beasiswa dan intervensi sosial lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat di kawasan belakang Islamic Center Sukadana. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah berbagai tantangan, semangat para guru yang hadir hari itu menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan bukan hanya soal sistem, tetapi juga tentang hati dan dedikasi. Dari Lampung Timur, harapan itu tumbuh, melalui guru-guru yang tak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi.( Red/Prie ).











