DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur berlangsung meriah dengan digelarnya Festival UMKM di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Jumat malam (17/4/2026). Kegiatan ini dipadati puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah yang ingin menyaksikan langsung salah satu perhelatan ekonomi dan budaya terbesar di wilayah tersebut.

Tingginya antusiasme masyarakat menyebabkan kemacetan panjang mencapai satu hingga dua kilometer, terutama kendaraan roda empat. Banyak pengunjung terpaksa berjalan kaki demi mencapai lokasi acara, mencerminkan besarnya daya tarik festival tersebut.
Tidak hanya menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), acara ini juga menampilkan kekayaan budaya daerah. Salah satu yang menyita perhatian adalah pagelaran busana tradisional dan modern yang dibawakan oleh para finalis Muli Menghanai Lampung Timur. Penampilan tersebut menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai filosofis adat Lampung.

Selain potensi budaya, Lampung Timur juga dikenal memiliki berbagai destinasi wisata unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas serta situs bersejarah Pugung Raharjo yang turut memperkuat identitas daerah sebagai tujuan wisata.
Pemerintah daerah terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai program, salah satunya seleksi duta wisata Muli Menghanai. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkenalkan potensi daerah ke tingkat yang lebih luas.

Suasana semakin semarak dengan penampilan penyanyi dangdut nasional Intan KDI, putri asli Lampung Timur yang merupakan juara Kontes Dangdut Indonesia di MNCTV tahun 2026. Kehadirannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Ribuan penonton bertahan hingga larut malam untuk menikmati penampilannya, bahkan sejumlah pejabat daerah turut larut dalam kemeriahan.
Lebih dari sekadar hiburan, festival ini menjadi cerminan geliat ekonomi masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM menunjukkan potensi besar sektor ekonomi kerakyatan yang terus berkembang di Lampung Timur. Namun, di balik kemeriahan tersebut, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan di pedesaan, masih menjadi tantangan penting yang perlu ditangani pemerintah daerah.
Di usia ke-27 tahun, Lampung Timur tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk terus berbenah. Dengan mengusung semangat “Bumei Tuwah Bepadan Menuju Nusantara”, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan kebijakan strategis demi pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Kepemimpinan Bupati Ela Siti Nuryamah diharapkan mampu membawa perubahan positif, memperkuat daya saing daerah, serta menghapus berbagai stigma negatif yang selama ini melekat. Harapannya, Lampung Timur dapat tumbuh menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan membanggakan di tingkat nasional.(Red/Prie)











