DEMOKRASINEWS,Bandar Lampung – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Jumat (6/3/2026) menelan korban jiwa. Hingga Jumat malam, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian setelah hanyut terbawa arus banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, korban meninggal dunia masing-masing seorang anak laki-laki bernama Satria (10) yang ditemukan di kawasan Rajabasa serta seorang pria dewasa tanpa identitas yang ditemukan di Jalan Dr. Harun, Kecamatan Tanjungkarang Timur.
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Dua orang ditemukan meninggal dunia, masing-masing di Rajabasa dan di Jalan Dr. Harun. Sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian,” kata Wahyu saat dihubungi, Jumat malam.
Korban anak bernama Satria sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran sungai di kawasan Terminal Rajabasa. Sementara jenazah pria dewasa tanpa identitas ditemukan tersangkut di tepi sungai di Gang Fatah, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Kedamaian, sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos merah dan celana panjang yang dipotong pendek dengan ikat pinggang berwarna cokelat. Warga sekitar tidak mengenali identitas korban tersebut.
Seorang saksi mata, Zulkifli, mengatakan awalnya ia melihat bagian kaki yang tersangkut di paralon saat hendak membersihkan sampah di belakang rumahnya. Ia kemudian meminta bantuan dua tetangganya, Mustofa dan Johari, untuk mengevakuasi jasad korban dari sungai ke teras rumah warga.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tanjungkarang Timur. Petugas Inafis Polresta Bandar Lampung selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara sebelum membawa jenazah ke RSUD Abdul Moeloek untuk proses identifikasi.
Sementara itu, satu korban lainnya yang merupakan anak laki-laki berusia sekitar enam tahun dilaporkan hanyut di wilayah Kali Asin dan hingga kini masih dalam pencarian.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat setempat dengan menyisir sejumlah titik aliran sungai.
Banjir di Kota Bandar Lampung terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama sekitar dua jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.
BPBD Provinsi Lampung mencatat sedikitnya 38 titik banjir yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Bandar Lampung akibat hujan lebat tersebut.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Bandar Lampung masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.( Red/Ato/Rhd/Rls)











