DEMOKRASINEWS, Lampung Tengah – Intimidasi terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpa Darwis Kabiro media online Jejakkasus yang tengah bertugas Lampung Tengah. Ia mendapat perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari Kepala Kampung (Kakam) Tanjung Jaya, Kecamatan Bangun Rejo.
Berdasar informasi di lapangan, kronologi peristiwa terjadi saat Darwis melakukan peliputan terkait pekerjaan di kampung di maksud. Namun, secara tiba-tiba oknum kepala kampung datang, mendorong dan mengancam akan memecahkan kepala sang jurnalis, Jumat (16/4/2021).
Atas perlakuan tersebut, Darwis didampingi rekan-rekan seprofesinya langsung melaporkan perbuatan itu ke Kepolisian Resort (Polres) Lampung Tengah dengan bukti laporan nomor : LP/B/477/IV/2021/SPKT/POLRES LAMTENG/POLDA LAMPUNG. Pada Jumat (16/04/21).
Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Tengah, Dedi Irawan mengatakan, bentuk Intimidasi dan pengancaman merupakan pelanggaran termasuk menghalang-halangi kegiatan Jurnalistik itu melanggar UU no. 40 tahun 1999 tentang Pers.
“Laporan kepolisian sudah di buat, Kami mengecam aksi kekerasan ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk profesional menangani kasus ini, apalagi pelakunya adalah seorang Kakam yang seharusnya menjad panutan dan contoh masyarakat,” kata Dedi.
”Saya mengingatkan kepada masyarakat serta aparat penegak hukum bahwa kerja-kerja Jurnalistik dilindungi oleh Undang-undang Pers,” tambahnya.
Pernyataan senada juga di sampaikan Bambang Hartono selaku Korwil Jejakkasus yang juga selaku Wakil Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu. Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali dan menimpa jurnalis yang lain.
Menurut Bambang, terulangnya kasus kekerasan terhadap Jurnalis menunjukkan kurangnya aparat kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap para kuli tinta saat mereka menjalankan tugas profeainya.
“Darwis Kabiro Jejakkasus Lampung Tengah telah di aniaya dan di ancam meski sudah menyampaikan statusnya sebagai wartawan yang sedang menjalankan tugas, tapi oknum Kakam itu tetap mendorong dan mengancam. Ini harus di usut dan adili agar tidak menimpa yang lain,” tandasnya.
Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Kampung Tanjung Jaya masih belum bisa di hubungi dan belum memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.
Pewarta : Fahmi











