DEMOKRASINEWS, Tangerang Banten, 5 November 2026 – Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) memperkuat kompetensi dan peluang bisnis anggotanya melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Tahun 2026. Forum nasional yang berlangsung pada 4–6 November 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, ini menghadirkan pelatihan keterampilan, fasilitasi sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), seminar, hingga business matching.
Rakernas IX mempertemukan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKABOGA dari berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pameran industri makanan dan minuman KRISTA Interfood untuk memperluas akses anggota terhadap inovasi, kemitraan, dan peluang pasar.
Mengusung tema Memperkuat Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan, Dunia Usaha, Industri, dan Mitra Strategis untuk Meningkatkan Kompetensi dan Pemberdayaan Anggota, Rakernas IX menitikberatkan penguatan organisasi sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor boga.
Beragam program pengembangan kompetensi mewarnai kegiatan tersebut, antara lain Baking Class, Content Creator Class, Cooking Demo, Cooking Competition, serta fasilitasi sertifikasi kompetensi BNSP.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha kuliner yang tidak hanya dituntut menguasai keterampilan memasak, tetapi juga harus mampu mengembangkan produk, memanfaatkan pemasaran digital, membangun personal branding, dan meningkatkan daya saing bisnis.
Pada 6 November 2026, IKABOGA juga menghadirkan program Duplicate Dish by Rose Brand sebagai wadah kreativitas dan inovasi dalam mengolah bahan pangan menjadi sajian bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.
Selain pelatihan, seminar dan business matching menjadi agenda strategis untuk mempertemukan anggota dengan lembaga pendidikan, pelaku usaha, serta mitra industri. Melalui kolaborasi tersebut, anggota diharapkan memperoleh akses terhadap pengetahuan, teknologi, inovasi produk, pemasaran, dan jaringan bisnis yang lebih luas.
Ketua Umum IKABOGA Indonesia, Retno Murtriarti, A.Md.Par., S.E., mengatakan Rakernas menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Menurutnya, IKABOGA harus terus berkembang sebagai organisasi profesi yang adaptif dan inovatif. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, dunia usaha, dan industri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang usaha bagi anggota.
Sementara itu, Pembina IKABOGA Indonesia, Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si., mendorong organisasi memperkuat kontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan tata boga, serta pemberdayaan masyarakat melalui sektor kuliner dan kewirausahaan.
Di samping pengembangan kompetensi, Rakernas IX menjadi forum konsolidasi organisasi melalui evaluasi program dan penyusunan arah kebijakan. Agenda pada 5 November mencakup laporan Ketua Umum, tanggapan peserta, pembahasan sidang komisi bidang organisasi dan program kerja, serta perumusan keputusan dalam sidang pleno.
IKABOGA juga melaksanakan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk memperkuat struktur kepengurusan dan memperluas kontribusi organisasi di berbagai daerah.
Penyelenggaraan Rakernas bersama KRISTA Interfood, serta kolaborasi dengan Rose Brand dan mitra strategis lainnya, diharapkan membuka ruang sinergi antara profesional boga dan ekosistem industri makanan dan minuman.
Melalui Rakernas IX, IKABOGA menargetkan lahirnya program kerja yang terarah, aplikatif, dan berkelanjutan. Penguatan jejaring antardaerah juga menjadi perhatian agar peningkatan kompetensi dan peluang usaha dapat dirasakan anggota secara lebih merata.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan industri boga nasional membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, inovatif, adaptif, serta mampu membangun usaha berdaya saing.
Dengan semangat Bersinergi, Berinovasi, dan Berkontribusi untuk Kemajuan Industri Boga Indonesia, IKABOGA berkomitmen memperkuat peran profesi boga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif dan kewirausahaan nasional.( Red/Rls)














