DEMOKRASINEWS, Jakarta, 11 Juni 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sinergi dalam melakukan penataan ulang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan dampak program bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja jajaran pimpinan baru BGN ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Selasa (9/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, didampingi para Wakil Kepala BGN memaparkan empat langkah strategis yang menjadi fokus pembenahan Program MBG ke depan.
Empat langkah tersebut meliputi refocusing sasaran penerima manfaat kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur baru; pembenahan tata kelola dapur yang telah beroperasi; serta penyusunan skema baru pelaksanaan Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut BGN, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh guna memastikan program prioritas nasional berjalan lebih tepat sasaran, efisien, dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan dukungan penuh terhadap agenda pembenahan yang tengah dilakukan BGN. Kementerian Kesehatan juga siap mengerahkan tenaga ahli kesehatan masyarakat, dokter anak, serta pakar gizi untuk memperkuat implementasi program di lapangan.
“Kami mendukung langkah evaluasi dan perbaikan yang dilakukan BGN agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat optimal bagi kelompok yang paling membutuhkan,” demikian komitmen yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Selain memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, BGN juga melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dalam audiensi tersebut, Dudung menegaskan dukungan terhadap langkah evaluasi dan pembenahan Program MBG yang tengah dilakukan pemerintah. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fokus perbaikan program mencakup validasi ulang data penerima manfaat, penataan operasional dapur MBG, peningkatan kualitas layanan distribusi makanan bergizi, serta penguatan sistem pengawasan dan pengendalian di seluruh daerah.

BGN menegaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Melalui kepemimpinan baru dan penguatan tata kelola, BGN berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.( Red/Sumber BGN )











