DEMOKRASINEWS, Pringsewu, 2 Juni 2026 — Semangat belajar dan berbagi tidak mengenal usia. Hal itu terlihat saat rombongan lansia dari Kota Sepang, Bandar Lampung, mengunjungi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Permata Bunda Pringsewu pada Selasa (2/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana bertukar pengalaman mengenai pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup lanjut usia.
Pembina LKS Permata Bunda, dr. Agung, menyambut hangat kedatangan para tamu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para lansia untuk tetap aktif dan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan.
“Jika ingin tetap sehat dan panjang umur, mari bernyanyi dan bergerak bersama. Kebahagiaan dan kegembiraan menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan di usia lanjut,” ujarnya.
Ketua Lansia Kota Sepang, Sri Lestari Fahrudin, yang hadir bersama Lurah Kota Sepang, Nurul Amalia Tesi Patiwijaya, mengaku terkesan dengan berbagai program yang dijalankan di LKS Permata Bunda. Menurutnya, lembaga tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul para lansia, tetapi juga wadah pembelajaran yang mendorong mereka tetap produktif dan mandiri.
Dr. Agung menjelaskan bahwa LKS Permata Bunda hadir sebagai ruang bagi para lansia untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menambah wawasan. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat hubungan sosial antarlansia.
Sementara itu, Ketua Yayasan LKS Permata Bunda, Kartinah, memperkenalkan konsep “Sekolah Lansia” yang menjadi salah satu program unggulan lembaga tersebut.
“Di sekolah lansia, peserta belajar bagaimana mengurus diri sendiri dan hidup mandiri. Jika sudah mampu melakukannya, kami ibaratkan lulus S-1. Setelah itu mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu berbagi ilmu dan pengalaman kepada sesama hingga dinyatakan lulus S-2,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Hj. Sumiyati Yusuf menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan lansia dari Kota Sepang. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan program lansia di berbagai daerah.
“Banyak manfaat yang bisa diperoleh para lansia melalui kegiatan ini. Setidaknya, kita dapat menjalani hidup secara mandiri, tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan tetap mampu berkontribusi dan membantu sesama,” katanya.
Sumiyati juga membuka peluang kerja sama bagi daerah yang ingin mengembangkan program serupa.
“Jika Kota Sepang ingin membangun sekolah lansia, kami siap berbagi pengalaman dan mendampingi,” tambahnya.
Perwakilan Kota Sepang, Wasidarmi, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari berbagai kegiatan yang dijalankan di LKS Permata Bunda. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan program pemberdayaan lansia di wilayahnya.
“Kami ingin mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sini. Jika memungkinkan untuk dikembangkan di Kota Sepang, tentu akan kami coba terapkan,” ujarnya.
LKS Permata Bunda selama ini dikenal aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan positif bagi para lansia, mulai dari pelatihan kemandirian, pengembangan keterampilan, hingga aktivitas sosial yang mendorong mereka tetap sehat, produktif, dan percaya diri. Kehadiran lembaga ini menjadi bukti bahwa masa lanjut usia bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan kesempatan untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama.( Red/Ato/Rhd )











