DEMOKRASINEWS, Lampung Timur, 1 Juni 2026 – Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Kabupaten Lampung Timur angkatan pertama menggelar kegiatan doa bersama dan silaturahmi sebagai upaya mempererat ukhuwah antarkader sekaligus mendukung suksesnya Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Saung Mas Iwan, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Senin ( 1/6/2026 ).
Acara yang diinisiasi oleh kader PMKNU angkatan pertama tersebut diikuti sekitar 50 alumni kaderisasi PMKNU. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lampung Timur, badan otonom NU, serta para instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).
Ketua Angkatan PMKNU Lampung Timur, Ustaz Deni Virawan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lakpesdam PCNU Lampung Timur, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda perdana yang mempertemukan seluruh alumni PMKNU angkatan pertama.



Menurutnya, silaturahmi tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan antarkader, tetapi juga menjadi forum konsolidasi untuk membahas perkembangan organisasi dan masa depan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lampung Timur.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga kebersamaan seluruh kader NU yang telah mengikuti PMKNU. Kami berharap agenda seperti ini dapat berlangsung secara berkesinambungan sesuai dengan program yang telah disepakati bersama. Selain memperkuat silaturahmi, forum ini juga menjadi ruang untuk membahas perkembangan NU di Lampung Timur serta memberikan motivasi kepada kader dan warga NU agar terus menjaga ukhuwah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Deni.
Ia menambahkan, melalui forum tersebut para kader diharapkan mampu merumuskan berbagai program strategis ke depan, baik yang berkaitan dengan PDPKPNU, PKPNU, maupun kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama lainnya di Kabupaten Lampung Timur.
Sementara itu, Ketua PCNU Lampung Timur, KH Dardiri Ahmad, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, silaturahmi kader PMKNU merupakan energi positif yang dapat memperkuat semangat perjuangan warga Nahdliyin dalam menjaga marwah organisasi.
“Kegiatan ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi seluruh warga NU di Lampung Timur, baik yang telah mengikuti PDPKPNU, maupun yang tergabung dalam PMKNU. Semoga pertemuan ini mampu melahirkan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan Nahdlatul Ulama di Lampung Timur serta memperkuat komitmen kita dalam menegakkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Instruktur Nasional PKPNU, Gus Afif Abrori, menegaskan pentingnya loyalitas dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pengabdian di NU harus dilandasi keikhlasan dan semangat mencari keberkahan.
“Yang diajarkan kepada kita adalah loyalitas perjuangan dan harapan memperoleh keberkahan. Berkhidmat di NU harus dilakukan dengan penuh keikhlasan. Namun, keikhlasan saja tidak cukup. Para pemimpin NU juga harus terus membangun komunikasi dan sinergi agar organisasi semakin kuat dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Instruktur Nasional PKPNU, Masruri, menekankan pentingnya menghadirkan pola kepemimpinan baru di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pemimpin NU masa depan tidak cukup hanya menjadi simbol organisasi, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan dan gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemimpin NU ke depan harus mampu menciptakan perubahan. Tidak sekadar hadir secara struktural, tetapi juga mampu menggerakkan organisasi agar tetap selaras dengan perkembangan zaman. Karena itu, forum-forum seperti ini penting untuk membangun diskusi dan melahirkan gagasan yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing,” tuturnya.
Kegiatan doa bersama dan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain mempererat hubungan antarkader, forum ini juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi untuk memperkuat kaderisasi, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta mempersiapkan kontribusi nyata warga Nahdlatul Ulama dalam menyongsong Muktamar NU ke-35 Tahun 2026.( Red/Prie )











