DEMOKRASINEWS, Makkah Al-Mukarramah, 2 Juni 2026 – Jamaah haji Kloter JKG 07 Bandar Lampung dijadwalkan bertolak kembali ke Indonesia pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Menjelang kepulangan tersebut, jamaah diimbau untuk mempersiapkan berbagai hal penting, mulai dari kondisi kesehatan, kelengkapan barang bawaan, hingga kesiapan mental.
Ketua Kloter JKG 07, Winardi, mengingatkan jamaah agar memprioritaskan pemulihan kondisi fisik setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurutnya, padatnya aktivitas selama puncak haji telah menyebabkan banyak jamaah mengalami kelelahan, terutama jamaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi. Padahal, sebelum kembali ke Tanah Air, jamaah masih memiliki kewajiban melaksanakan Tawaf Wada sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

“Kami mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram apabila kondisi tubuh kurang fit. Kesehatan harus menjadi prioritas agar seluruh rangkaian ibadah dapat dituntaskan dengan baik,” ujar Winardi.
Selain kesehatan, jamaah juga diminta memperhatikan ketentuan barang bawaan sesuai regulasi penerbangan. Koper bagasi besar diharapkan sudah siap dua hari sebelum jadwal keberangkatan dengan berat maksimal 32 kilogram.
Winardi menegaskan agar jamaah tidak memasukkan barang-barang yang dilarang ke dalam koper bagasi, seperti air zamzam, korek api, dan barang terlarang lainnya. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut berpotensi menyebabkan koper dibongkar paksa oleh petugas maskapai tanpa pendampingan pemilik barang.
“Oleh karena itu, seluruh jamaah diharapkan mematuhi regulasi terkait barang bawaan maupun jadwal keberangkatan demi kelancaran proses kepulangan ke Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) Kloter JKG 07, Purna Irawan, mengajak jamaah untuk terus menjaga tiga hal penting, yakni kesehatan, kesucian ibadah, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut dapat diwujudkan melalui ketaatan terhadap aturan dan syariat yang berlaku selama menjalankan ibadah maupun setelah kembali ke Tanah Air.
“Seorang haji yang pulang ke kampung halaman akan mendapat penghormatan dari keluarga dan masyarakat. Banyak yang meminta doa, nasihat, maupun cerita pengalaman selama di Tanah Suci. Karena itu, jamaah harus menjaga kemabruran hajinya dengan tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” ujar Purna.
Ia mengibaratkan ibadah haji sebagai sebuah wisuda spiritual yang diperoleh melalui perjuangan lahir dan batin. Oleh sebab itu, nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mungkin apa yang kita alami selama berada di Tanah Suci merupakan cara Allah SWT untuk memperbaiki diri kita. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kemabruran haji, sebab kita tidak pernah tahu kapan kesempatan untuk berhaji kembali akan datang,” tuturnya.
Menjelang kepulangan, jamaah masih dapat mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, seperti memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, melaksanakan umrah sunah secara mandiri, maupun mengikuti wisata religi yang diperbolehkan sesuai ketentuan.
Dengan persiapan yang matang, kepatuhan terhadap regulasi, serta semangat menjaga kemabruran haji, diharapkan seluruh jamaah Kloter JKG 07 Bandar Lampung dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )











