• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Humaniora
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Humaniora
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Humaniora

RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026

DemokrasiNews
24/05/2026
in Humaniora, Nasional, Pariwisata, Peristiwa, Sosial Budaya
RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026

DEMOKRASINEWS, Mekah Al-Mukarramah, Sabtu, 23 Mei 2026 — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, jamaah haji Indonesia mulai menyesuaikan diri dengan sejumlah perubahan regulasi layanan transportasi dan konsumsi yang diterapkan selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Salah satu perubahan yang paling dirasakan jamaah adalah penghentian operasional bus sholawat sejak 23 Mei 2026 atau 6 Dzulhijjah 1447 H. Bus yang selama ini melayani transportasi jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya, untuk sementara dihentikan guna persiapan operasional Armuzna.

“Yang jelas mulai berhenti beroperasi sementara tanggal 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS dan kembali beroperasi tanggal 31 Mei 2026 pukul 01.00 WAS,” ujar Winardi, Ketua Kloter JKG 7.

RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026 RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026 RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026
RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026

Meski layanan transportasi dihentikan sementara, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat jamaah untuk tetap beribadah di Masjidil Haram. Dengan jarak tempuh sekitar 1.500 meter dari hotel menuju masjid, para jamaah tetap berjalan kaki sejak dini hari hingga sore hari demi menunaikan ibadah.

Perjalanan yang memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit itu justru dianggap sebagian jamaah sebagai latihan fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna yang membutuhkan stamina kuat.

Dian Dwi Retno Sari, jamaah asal Lampung Timur yang berangkat bersama suami dan keluarganya, mengaku tetap antusias menjalani ibadah meski harus berjalan kaki setiap hari.

RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026 RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026 RTE dan Penghentian Bus Sholawat Warnai Persiapan Puncak Haji 2026

“Saya selalu salat Subuh di Masjidil Haram. Perjalanan dari hotel ke Masjidil Haram ini hitung-hitung latihan Armuzna. Setidaknya ada dua keuntungan, sehat karena berolahraga dan mendapatkan ridho Illahi,” tuturnya.

Di tengah cuaca panas Mekah yang cukup menyengat, semangat kebersamaan juga terlihat di antara jamaah. Mereka saling membantu, mengingatkan waktu ibadah, hingga berbagi informasi mengenai kondisi layanan selama masa transisi menuju Armuzna.

Perubahan regulasi tidak hanya berdampak pada layanan transportasi, tetapi juga pola distribusi konsumsi jamaah. Jika sebelumnya jamaah menerima makanan katering tiga kali sehari lengkap dengan buah dan susu, mulai 24 Mei 2026 atau 7 Dzulhijjah 1447 H konsumsi dialihkan ke makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE).

Setiap jamaah menerima satu kardus paket RTE yang berisi dua bubur untuk sarapan, empat paket nasi, empat paket sayuran/lauk, serta dua wadah pemanas makanan.

Paket tersebut diperuntukkan bagi konsumsi:

  1. Tanggal 7 Dzulhijjah (pagi, siang, malam)
  2. Tanggal 8 Dzulhijjah (sarapan sebelum keberangkatan ke Arafah)

Sementara selama berada di Arafah dan Mina, jamaah tetap mendapatkan konsumsi katering seperti biasa. Adapun di Muzdalifah jamaah akan memperoleh satu paket makanan ringan (snack).

Petugas konsumsi, Evy, memberikan panduan langsung kepada jamaah mengenai cara penggunaan makanan siap saji tersebut.

“Masukkan pack nasi atau lauk ke dalam box container, lalu tuangkan air panas sekitar lima menit. Setelah matang, air dibuang dan makanan siap dikonsumsi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar wadah pemanas tidak dibuang karena akan digunakan kembali untuk tahap berikutnya.

Saat proses distribusi berlangsung, Ketua Kloter diminta memastikan seluruh jamaah menerima hak konsumsi sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Bagi sebagian jamaah lanjut usia, sistem konsumsi baru ini sempat menimbulkan kebingungan. Legino (72), salah seorang jamaah lansia, mengaku perlu bantuan rekan satu kamar untuk memahami cara menyiapkan makanan siap saji tersebut.

Namun situasi itu justru memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong antarjamaah Indonesia. Jamaah yang lebih muda sigap membantu lansia menyiapkan makanan maupun memberikan penjelasan terkait perubahan layanan.

Perubahan pola layanan menjelang Armuzna memang menuntut kemampuan adaptasi para jamaah. Namun di balik itu, tersimpan pelajaran tentang kesabaran, kemandirian, disiplin, serta solidaritas antarsesama umat Muslim dalam menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci.( Red/Laporan Agustobationo dari Makkah )


Berita Terkini

Ribut Tagihan Kafe, Dua Orang Saling Tikam,Satu Tewas
Peristiwa

Ribut Tagihan Kafe, Dua Orang Saling Tikam,Satu Tewas

DemokrasiNews
30/10/2026
Polisi Ungkap Penyelewengan 8.400 Liter Solar Subsidi di Lampung Selatan, Tiga Orang Tersangka Ditetapkan
Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Penyelewengan 8.400 Liter Solar Subsidi di Lampung Selatan, Tiga Orang Tersangka Ditetapkan

DemokrasiNews
30/10/2026
Tiga Pelaku Curanmor Asal Tanggamus Dibekuk Jatanras Polda Metro Jaya di Bekasi
Hukum & Kriminal

Tiga Pelaku Curanmor Asal Tanggamus Dibekuk Jatanras Polda Metro Jaya di Bekasi

DemokrasiNews
30/10/2026
Terbongkar! Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Banyuwangi, Polisi Sita 5.200 Liter
Hukum & Kriminal

Terbongkar! Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Banyuwangi, Polisi Sita 5.200 Liter

DemokrasiNews
30/10/2026
Lilis Pitriani Ditemukan Tewas Terikat di Parit Bandar Lampung, Pria yang Bersamanya Dikabarkan Menghilang
Peristiwa

Lilis Pitriani Ditemukan Tewas Terikat di Parit Bandar Lampung, Pria yang Bersamanya Dikabarkan Menghilang

DemokrasiNews
30/10/2026
Sumpah Pemuda 2026, Empat Organisasi Pemuda Lampung Timur Satukan Langkah
Sosial Budaya

Sumpah Pemuda 2026, Empat Organisasi Pemuda Lampung Timur Satukan Langkah

DemokrasiNews
28/10/2026

Related News

Arinal Djunaidi dan Riana Sari Arinal Senam Bersama Warga Pringsewu, Pererat Dukungan untuk Arjuno

Arinal Djunaidi dan Riana Sari Arinal Senam Bersama Warga Pringsewu, Pererat Dukungan untuk Arjuno

06/11/2024
Pakai Kopiah Manuk Meghem dan Sarung Tapis, Ganjar; Oleh-Oleh Kemarin Saya Dari Lampung

Pakai Kopiah Manuk Meghem dan Sarung Tapis, Ganjar; Oleh-Oleh Kemarin Saya Dari Lampung

28/01/2022
Wabup Tabanan Panen Perdana M70D di Desa Kelating, Pertanian Menjadi Skala Prioritas

Wabup Tabanan Panen Perdana M70D di Desa Kelating, Pertanian Menjadi Skala Prioritas

21/09/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda
  • Beranda
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Humaniora
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2026 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/