• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

DemokrasiNews
05/05/2026
in Edukasi, Nasional, Peristiwa, Sosial Budaya
Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

DEMOKRASINEWS, Madinah, 5 April 2026 — Malam itu tidak sepenuhnya sunyi. Di lorong-lorong hotel, terdengar lirih suara roda koper yang diseret pelan, berpadu dengan bisikan doa yang nyaris tak terdengar. Satu per satu jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Kota Madinah, kota yang telah mereka cintai dalam beberapa hari terakhir untuk menuju Makkah, kota tujuan utama dari panggilan suci ini.

Di depan kamar, koper-koper berjajar rapi. Namun yang tak terlihat adalah beban hati yang perlahan dilepas: rindu pada keluarga di tanah air, harapan akan ibadah yang sempurna, serta doa-doa yang diam-diam dipanjatkan dalam gelap malam.

Seorang jamaah lansia bernama Mat Busyam asal kota Bandar Lampung, tampak duduk sejenak di tepi ranjangnya. Tangannya bergetar halus saat melipat kain ihram. Perjalanan panjang hidupnya, yang mungkin penuh liku, kini membawanya sampai di titik ini. “Saya tidak menyangka bisa sampai di sini,” bisiknya pelan, matanya berkaca-kaca. Bertahun-tahun menabung, menunggu, dan berdoa, kini terjawab dalam satu perjalanan yang tak semua orang mampu jalani.

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi
Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

Di kamar lain, seorang ibu dengan hati-hati memasukkan perlengkapan sederhana ke dalam tas ranselnya. Ia memastikan kain ihram suaminya telah siap, sambil sesekali mengingatkan, “Jangan lupa niatnya nanti.” Kalimat sederhana, tetapi sarat makna: mereka tidak hanya bepergian, mereka sedang memenuhi panggilan Tuhan.

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

Malam berganti menuju dini hari. Setelah mandi sunnah ihram, para jamaah mulai mengenakan pakaian yang begitu sederhana—dua helai kain putih bagi laki-laki, dan busana tertutup bagi perempuan. Tidak ada lagi penanda status sosial. Tidak ada lagi perbedaan jabatan. Semua menjadi sama: hamba yang bersiap menghadap-Nya.

Perjalanan menuju Bir Ali menjadi saksi awal perubahan itu. Di dalam bus, lantunan talbiyah mulai menggema. Awalnya pelan, kemudian semakin kuat, menyatu dalam satu irama yang menggetarkan hati.

“Labbaik Allahumma labbaik…”

Tak sedikit yang menundukkan kepala, menahan tangis. Di antara mereka, ada yang mengenang orang tua yang telah tiada, ada yang membawa doa untuk anak-anaknya, ada pula yang diam-diam memohon ampun atas masa lalu yang mungkin tak pernah terucap.

Perjalanan panjang menuju Makkah terasa berbeda. Bukan sekadar menempuh ratusan kilometer, tetapi juga perjalanan menembus batas diri. Dalam keheningan bus, sebagian jamaah terlelap, sebagian lainnya terus berzikir, seolah tak ingin kehilangan satu detik pun dari kesempatan yang begitu langka ini.

Setibanya di Makkah, kelelahan fisik seakan tak berarti ketika langkah mulai mendekat ke Masjidil Haram. Dan saat Ka’bah pertama kali terlihat, banyak yang tak kuasa menahan air mata. Ada getaran yang sulit dijelaskan—campuran antara rindu, takut, harap, dan cinta.

Di tengah lautan manusia, mereka berjalan pelan mengelilingi Ka’bah. Tujuh putaran yang bukan hanya hitungan, tetapi juga perjalanan batin. Setiap langkah adalah doa. Setiap putaran adalah pengakuan akan kelemahan diri.

Seorang bapak paruh baya terlihat menggenggam erat tangan istrinya saat sa’i antara Shafa dan Marwah. “Pelan-pelan, kita sampai sama-sama,” katanya. Kalimat sederhana, namun menjadi simbol perjalanan hidup mereka bersama dalam suka dan duka, hingga di Tanah Suci.

Dan ketika tahallul dilakukan saat rambut dipotong sebagai tanda berakhirnya ihram, banyak yang tersenyum lega, namun juga menangis. Ada rasa haru karena telah menyelesaikan satu rangkaian ibadah, sekaligus harapan agar semua ini diterima oleh Allah SWT.

Perjalanan dari Madinah ke Makkah bukan sekadar perpindahan kota. Ia adalah perjalanan hati—tentang meninggalkan yang fana, dan mendekat pada yang abadi.

Di antara koper-koper yang diangkut, bus yang melaju, dan langkah yang tertatih, tersimpan kisah-kisah kecil yang begitu besar maknanya: tentang kesabaran, tentang cinta, dan tentang keyakinan bahwa setiap langkah menuju Tuhan tidak pernah sia-sia.

Dan di sanalah, di antara jutaan manusia yang berseragam ihram, setiap jamaah menemukan dirinya kembali lebih sederhana, lebih jujur, dan lebih dekat kepada-Nya.( Redaksi Supriyono/Laporan Agustobationo dari Madinah )


Berita Terkini

Melinting Fest 2026: Seribu Penari Siap Hidupkan Warisan Keratuan Melinting di Lampung Timur
Sosial Budaya

Melinting Fest 2026: Seribu Penari Siap Hidupkan Warisan Keratuan Melinting di Lampung Timur

DemokrasiNews
20/08/2026
Di Tengah Polemik Penggerebekan, Polres Lamtim Jelaskan Detik-detik Nenek Sakdiyah Meninggal
Hukum & Kriminal

Di Tengah Polemik Penggerebekan, Polres Lamtim Jelaskan Detik-detik Nenek Sakdiyah Meninggal

DemokrasiNews
20/08/2026
SMP Muhammadiyah 1 Menggala Tampilkan Keberagaman Budaya dalam Pawai HUT RI ke-81
Advertorial

SMP Muhammadiyah 1 Menggala Tampilkan Keberagaman Budaya dalam Pawai HUT RI ke-81

DemokrasiNews
20/08/2026
Akademisi Soroti Ukom Eselon II Lampura: Jangan Jadi Sandiwara Administratif
Opini

Akademisi Soroti Ukom Eselon II Lampura: Jangan Jadi Sandiwara Administratif

DemokrasiNews
20/08/2026
Purna PMI Sukses Budidaya Ikan Nila, Badarudin Buktikan Pulang Kampung Bisa Jadi Jalan Menuju Kemandirian
Desa

Purna PMI Sukses Budidaya Ikan Nila, Badarudin Buktikan Pulang Kampung Bisa Jadi Jalan Menuju Kemandirian

DemokrasiNews
20/08/2026
Rawa Pitu dan Asa Menjadi Lumbung Pangan yang Sesungguhnya
Desa

Rawa Pitu dan Asa Menjadi Lumbung Pangan yang Sesungguhnya

DemokrasiNews
20/08/2026

Related News

Lampung Tengah Dapat Penghargaan Dari BPS Pusat

Lampung Tengah Dapat Penghargaan Dari BPS Pusat

26/08/2020
Ada 10 Pesan Bupati Way Kanan, Terkait Pejabatnya Terdampak Covid 19.

Ada 10 Pesan Bupati Way Kanan, Terkait Pejabatnya Terdampak Covid 19.

11/08/2020
Presiden Jokowi Lantik Suharyanto Jadi Kepala BNPB

Presiden Jokowi Lantik Suharyanto Jadi Kepala BNPB

18/11/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/