• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Selasa, Juni 30, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

DemokrasiNews
05/05/2026
in Edukasi, Nasional, Peristiwa, Sosial Budaya
Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

DEMOKRASINEWS, Madinah, 5 April 2026 — Malam itu tidak sepenuhnya sunyi. Di lorong-lorong hotel, terdengar lirih suara roda koper yang diseret pelan, berpadu dengan bisikan doa yang nyaris tak terdengar. Satu per satu jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Kota Madinah, kota yang telah mereka cintai dalam beberapa hari terakhir untuk menuju Makkah, kota tujuan utama dari panggilan suci ini.

Di depan kamar, koper-koper berjajar rapi. Namun yang tak terlihat adalah beban hati yang perlahan dilepas: rindu pada keluarga di tanah air, harapan akan ibadah yang sempurna, serta doa-doa yang diam-diam dipanjatkan dalam gelap malam.

Seorang jamaah lansia bernama Mat Busyam asal kota Bandar Lampung, tampak duduk sejenak di tepi ranjangnya. Tangannya bergetar halus saat melipat kain ihram. Perjalanan panjang hidupnya, yang mungkin penuh liku, kini membawanya sampai di titik ini. “Saya tidak menyangka bisa sampai di sini,” bisiknya pelan, matanya berkaca-kaca. Bertahun-tahun menabung, menunggu, dan berdoa, kini terjawab dalam satu perjalanan yang tak semua orang mampu jalani.

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi
Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

Di kamar lain, seorang ibu dengan hati-hati memasukkan perlengkapan sederhana ke dalam tas ranselnya. Ia memastikan kain ihram suaminya telah siap, sambil sesekali mengingatkan, “Jangan lupa niatnya nanti.” Kalimat sederhana, tetapi sarat makna: mereka tidak hanya bepergian, mereka sedang memenuhi panggilan Tuhan.

Malam berganti menuju dini hari. Setelah mandi sunnah ihram, para jamaah mulai mengenakan pakaian yang begitu sederhana—dua helai kain putih bagi laki-laki, dan busana tertutup bagi perempuan. Tidak ada lagi penanda status sosial. Tidak ada lagi perbedaan jabatan. Semua menjadi sama: hamba yang bersiap menghadap-Nya.

Perjalanan menuju Bir Ali menjadi saksi awal perubahan itu. Di dalam bus, lantunan talbiyah mulai menggema. Awalnya pelan, kemudian semakin kuat, menyatu dalam satu irama yang menggetarkan hati.

“Labbaik Allahumma labbaik…”

Tak sedikit yang menundukkan kepala, menahan tangis. Di antara mereka, ada yang mengenang orang tua yang telah tiada, ada yang membawa doa untuk anak-anaknya, ada pula yang diam-diam memohon ampun atas masa lalu yang mungkin tak pernah terucap.

Perjalanan panjang menuju Makkah terasa berbeda. Bukan sekadar menempuh ratusan kilometer, tetapi juga perjalanan menembus batas diri. Dalam keheningan bus, sebagian jamaah terlelap, sebagian lainnya terus berzikir, seolah tak ingin kehilangan satu detik pun dari kesempatan yang begitu langka ini.

Setibanya di Makkah, kelelahan fisik seakan tak berarti ketika langkah mulai mendekat ke Masjidil Haram. Dan saat Ka’bah pertama kali terlihat, banyak yang tak kuasa menahan air mata. Ada getaran yang sulit dijelaskan—campuran antara rindu, takut, harap, dan cinta.

Di tengah lautan manusia, mereka berjalan pelan mengelilingi Ka’bah. Tujuh putaran yang bukan hanya hitungan, tetapi juga perjalanan batin. Setiap langkah adalah doa. Setiap putaran adalah pengakuan akan kelemahan diri.

Seorang bapak paruh baya terlihat menggenggam erat tangan istrinya saat sa’i antara Shafa dan Marwah. “Pelan-pelan, kita sampai sama-sama,” katanya. Kalimat sederhana, namun menjadi simbol perjalanan hidup mereka bersama dalam suka dan duka, hingga di Tanah Suci.

Dan ketika tahallul dilakukan saat rambut dipotong sebagai tanda berakhirnya ihram, banyak yang tersenyum lega, namun juga menangis. Ada rasa haru karena telah menyelesaikan satu rangkaian ibadah, sekaligus harapan agar semua ini diterima oleh Allah SWT.

Perjalanan dari Madinah ke Makkah bukan sekadar perpindahan kota. Ia adalah perjalanan hati—tentang meninggalkan yang fana, dan mendekat pada yang abadi.

Di antara koper-koper yang diangkut, bus yang melaju, dan langkah yang tertatih, tersimpan kisah-kisah kecil yang begitu besar maknanya: tentang kesabaran, tentang cinta, dan tentang keyakinan bahwa setiap langkah menuju Tuhan tidak pernah sia-sia.

Dan di sanalah, di antara jutaan manusia yang berseragam ihram, setiap jamaah menemukan dirinya kembali lebih sederhana, lebih jujur, dan lebih dekat kepada-Nya.( Redaksi Supriyono/Laporan Agustobationo dari Madinah )


Berita Terkini

Aksi IMM Menggema di Lampung Utara, Pemkab Didesak Wujudkan Janji dan Batalkan Pinjaman
Peristiwa

Aksi IMM Menggema di Lampung Utara, Pemkab Didesak Wujudkan Janji dan Batalkan Pinjaman

DemokrasiNews
30/06/2026
Kasus Perampasan Pajero di Bandar Lampung, Polisi Selidiki Dugaan Peran Mantan AKBP
Hukum & Kriminal

Kasus Perampasan Pajero di Bandar Lampung, Polisi Selidiki Dugaan Peran Mantan AKBP

DemokrasiNews
29/06/2026
Warga Kelapatujuh Desak Perbaikan Jembatan Penghubung Tiga RT, Rusak Parah Selama 10 Tahun
Desa

Warga Kelapatujuh Desak Perbaikan Jembatan Penghubung Tiga RT, Rusak Parah Selama 10 Tahun

DemokrasiNews
29/06/2026
Di Balik Barisan ASN, Tersimpan Harapan untuk Generasi Emas
Advertorial

Di Balik Barisan ASN, Tersimpan Harapan untuk Generasi Emas

DemokrasiNews
29/06/2026
DDII Lampung Utara Perkuat Dakwah Mencerahkan, Wujudkan Umat Berakhlak dan Daerah Bermartabat
Advertorial

DDII Lampung Utara Perkuat Dakwah Mencerahkan, Wujudkan Umat Berakhlak dan Daerah Bermartabat

DemokrasiNews
28/06/2026
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum, Tokoh Lampung Utara Apresiasi Kinerja dan Reformasi Polri
Advertorial

Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum, Tokoh Lampung Utara Apresiasi Kinerja dan Reformasi Polri

DemokrasiNews
27/06/2026

Related News

Amankan BKC Ilegal di Jawa Timur, Bea Cukai Selamatkan Potensi Kerugian Negara Milyaran Rupiah

Amankan BKC Ilegal di Jawa Timur, Bea Cukai Selamatkan Potensi Kerugian Negara Milyaran Rupiah

01/10/2021
Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Kelas II-B Gunung Sugih Lakukan Perawatan Sarana Keamanan & Rolling Gembok

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Kelas II-B Gunung Sugih Lakukan Perawatan Sarana Keamanan & Rolling Gembok

02/12/2021
524 Huntap Bagi Korban Tsunami Lampung Selatan Mulai Dibangun

524 Huntap Bagi Korban Tsunami Lampung Selatan Mulai Dibangun

22/07/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/