• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

DemokrasiNews
05/05/2026
in Edukasi, Nasional, Peristiwa, Sosial Budaya
Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

DEMOKRASINEWS, Madinah, 5 April 2026 — Malam itu tidak sepenuhnya sunyi. Di lorong-lorong hotel, terdengar lirih suara roda koper yang diseret pelan, berpadu dengan bisikan doa yang nyaris tak terdengar. Satu per satu jamaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Kota Madinah, kota yang telah mereka cintai dalam beberapa hari terakhir untuk menuju Makkah, kota tujuan utama dari panggilan suci ini.

Di depan kamar, koper-koper berjajar rapi. Namun yang tak terlihat adalah beban hati yang perlahan dilepas: rindu pada keluarga di tanah air, harapan akan ibadah yang sempurna, serta doa-doa yang diam-diam dipanjatkan dalam gelap malam.

Seorang jamaah lansia bernama Mat Busyam asal kota Bandar Lampung, tampak duduk sejenak di tepi ranjangnya. Tangannya bergetar halus saat melipat kain ihram. Perjalanan panjang hidupnya, yang mungkin penuh liku, kini membawanya sampai di titik ini. “Saya tidak menyangka bisa sampai di sini,” bisiknya pelan, matanya berkaca-kaca. Bertahun-tahun menabung, menunggu, dan berdoa, kini terjawab dalam satu perjalanan yang tak semua orang mampu jalani.

Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi
Air Mata di Ujung Ihram: Perjalanan Sunyi Jamaah Haji Indonesia Menuju Panggilan Ilahi

Di kamar lain, seorang ibu dengan hati-hati memasukkan perlengkapan sederhana ke dalam tas ranselnya. Ia memastikan kain ihram suaminya telah siap, sambil sesekali mengingatkan, “Jangan lupa niatnya nanti.” Kalimat sederhana, tetapi sarat makna: mereka tidak hanya bepergian, mereka sedang memenuhi panggilan Tuhan.

Malam berganti menuju dini hari. Setelah mandi sunnah ihram, para jamaah mulai mengenakan pakaian yang begitu sederhana—dua helai kain putih bagi laki-laki, dan busana tertutup bagi perempuan. Tidak ada lagi penanda status sosial. Tidak ada lagi perbedaan jabatan. Semua menjadi sama: hamba yang bersiap menghadap-Nya.

Perjalanan menuju Bir Ali menjadi saksi awal perubahan itu. Di dalam bus, lantunan talbiyah mulai menggema. Awalnya pelan, kemudian semakin kuat, menyatu dalam satu irama yang menggetarkan hati.

“Labbaik Allahumma labbaik…”

Tak sedikit yang menundukkan kepala, menahan tangis. Di antara mereka, ada yang mengenang orang tua yang telah tiada, ada yang membawa doa untuk anak-anaknya, ada pula yang diam-diam memohon ampun atas masa lalu yang mungkin tak pernah terucap.

Perjalanan panjang menuju Makkah terasa berbeda. Bukan sekadar menempuh ratusan kilometer, tetapi juga perjalanan menembus batas diri. Dalam keheningan bus, sebagian jamaah terlelap, sebagian lainnya terus berzikir, seolah tak ingin kehilangan satu detik pun dari kesempatan yang begitu langka ini.

Setibanya di Makkah, kelelahan fisik seakan tak berarti ketika langkah mulai mendekat ke Masjidil Haram. Dan saat Ka’bah pertama kali terlihat, banyak yang tak kuasa menahan air mata. Ada getaran yang sulit dijelaskan—campuran antara rindu, takut, harap, dan cinta.

Di tengah lautan manusia, mereka berjalan pelan mengelilingi Ka’bah. Tujuh putaran yang bukan hanya hitungan, tetapi juga perjalanan batin. Setiap langkah adalah doa. Setiap putaran adalah pengakuan akan kelemahan diri.

Seorang bapak paruh baya terlihat menggenggam erat tangan istrinya saat sa’i antara Shafa dan Marwah. “Pelan-pelan, kita sampai sama-sama,” katanya. Kalimat sederhana, namun menjadi simbol perjalanan hidup mereka bersama dalam suka dan duka, hingga di Tanah Suci.

Dan ketika tahallul dilakukan saat rambut dipotong sebagai tanda berakhirnya ihram, banyak yang tersenyum lega, namun juga menangis. Ada rasa haru karena telah menyelesaikan satu rangkaian ibadah, sekaligus harapan agar semua ini diterima oleh Allah SWT.

Perjalanan dari Madinah ke Makkah bukan sekadar perpindahan kota. Ia adalah perjalanan hati—tentang meninggalkan yang fana, dan mendekat pada yang abadi.

Di antara koper-koper yang diangkut, bus yang melaju, dan langkah yang tertatih, tersimpan kisah-kisah kecil yang begitu besar maknanya: tentang kesabaran, tentang cinta, dan tentang keyakinan bahwa setiap langkah menuju Tuhan tidak pernah sia-sia.

Dan di sanalah, di antara jutaan manusia yang berseragam ihram, setiap jamaah menemukan dirinya kembali lebih sederhana, lebih jujur, dan lebih dekat kepada-Nya.( Redaksi Supriyono/Laporan Agustobationo dari Madinah )


Berita Terkini

Eks Gubernur Lampung Hadiri Sidang Korupsi Dana PI Rp271,5 Miliar
Hukum & Kriminal

Eks Gubernur Lampung Hadiri Sidang Korupsi Dana PI Rp271,5 Miliar

DemokrasiNews
14/05/2026
Satresnarkoba Bandar Lampung Bongkar Jaringan Psikotropika Lintas Provinsi
Hukum & Kriminal

Satresnarkoba Bandar Lampung Bongkar Jaringan Psikotropika Lintas Provinsi

DemokrasiNews
14/05/2026
Mengangkat Marwah Budaya Lampung di Panggung Nasional Melalui HPN dan Porwanas 2027
Nasional

Mengangkat Marwah Budaya Lampung di Panggung Nasional Melalui HPN dan Porwanas 2027

DemokrasiNews
14/05/2026
Menjemput Panggilan Suci: Kisah Inspiratif Perjalanan Haji 2026
Edukasi

Menjemput Panggilan Suci: Kisah Inspiratif Perjalanan Haji 2026

DemokrasiNews
13/05/2026
Suami di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Diamankan Polisi
Hukum & Kriminal

Suami di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Diamankan Polisi

DemokrasiNews
13/05/2026
Tetangga Kos Diduga Rekam Korban Saat Mandi Lewat Ventilasi
Hukum & Kriminal

Tetangga Kos Diduga Rekam Korban Saat Mandi Lewat Ventilasi

DemokrasiNews
13/05/2026

Related News

PHE OSES Alihkan Participating Interest BUMD WK Southeast Sumatra kepada PT Lampung Energi Berjaya

PHE OSES Alihkan Participating Interest BUMD WK Southeast Sumatra kepada PT Lampung Energi Berjaya

18/09/2022
Bank Permata dan BumiBaik Kolaborasi Tanam 100 Bibit Pohon Kopi dalam Program CSR di Batu Malang

Bank Permata dan BumiBaik Kolaborasi Tanam 100 Bibit Pohon Kopi dalam Program CSR di Batu Malang

06/01/2025
Keren..! Anna-Fritz Luncurkan Program 9.12 SIPPnPAS

Keren..! Anna-Fritz Luncurkan Program 9.12 SIPPnPAS

05/07/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/