DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Di tengah duka yang belum sepenuhnya pulih, pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, menunjukkan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan dengan membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas tanpa persyaratan khusus.
Saat ini, Muhammad Suryo tengah membangun pabrik rokok HS di Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran pabrik tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar sekaligus membantu menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Bagi Suryo, pembangunan pabrik ini bukan sekadar ekspansi usaha. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pengabdian dan pengingat akan akar kehidupannya. Sebelum meraih kesuksesan sebagai pengusaha di Yogyakarta, ia pernah tumbuh dan besar di kawasan Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
Komitmennya terhadap inklusivitas tercermin dari kebijakan perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tanpa membedakan perlakuan. “Semua karyawan memiliki hak yang sama untuk bekerja dan berkembang,” menjadi prinsip yang dipegang teguh dalam pengelolaan usahanya.

Tak hanya memberikan kesempatan kerja, Suryo juga menyediakan fasilitas pendukung berupa tempat tinggal atau mess khusus bagi karyawan disabilitas. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan produktivitas mereka.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat untuk pertama kalinya kembali mengunjungi pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, usai mengalami kecelakaan pada 1 Maret 2026 di Kulon Progo. Dalam peristiwa tersebut, ia sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, sang istri, Anis Syarifah, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Meski diterpa musibah berat, Suryo memilih bangkit dan melanjutkan komitmennya dalam memberdayakan sesama. Hingga kini, tercatat sebanyak 21 karyawan disabilitas telah bekerja di pabrik rokok HS.
Kisah ini menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi dapat tumbuh bahkan di tengah situasi paling sulit sekalipun. Upaya tersebut sekaligus menjadi inspirasi tentang pentingnya membuka akses kerja yang setara bagi semua lapisan masyarakat.( Red/Prie)











