DEMOKRASINEWS, Metro — Kegiatan halal bihalal Paguyuban Jamur Kesuma Provinsi Lampung berlangsung meriah di Kota Metro. Acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan seni Reog Ponorogo yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.
Pertunjukan Reog dihadirkan oleh Komunitas Reog Lampung (Korela) yang melibatkan berbagai kelompok dari sejumlah daerah, seperti Bandar Lampung, Tanggamus, Ulu Belu, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, hingga Kota Metro sebagai tuan rumah.
Atraksi Reog Ponorogo menjadi alternatif hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya. Kesenian tradisional asal Jawa Timur ini telah mengakar kuat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa serta memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata nasional.
Penasihat Paguyuban Jamur Kesuma, Sutomo, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pelestarian budaya, khususnya budaya Jawa Timur di perantauan.

Sementara itu, Ketua Umum Jamur Kesuma Provinsi Lampung, Bambang Joko Dwi Sunarto, mengapresiasi kekompakan komunitas Reog yang tergabung dalam Korela. Ia menegaskan bahwa Jamur Kesuma terus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya Selasa (31/03/2026).
Bambang juga menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya bergerak di bidang sosial dan budaya, tetapi turut mendorong pengembangan sektor ekonomi masyarakat, seperti UMKM, kuliner, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Selain itu, pihaknya berencana mengaktifkan kembali koperasi Jamur Kesuma.
Di bidang seni budaya, Jamur Kesuma aktif melestarikan berbagai kesenian, antara lain Reog Ponorogo, Jaran Kepang, Tari Remong, Tayub, Janger, hingga Tari Sigeh Penguten sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal Lampung.
Beragam agenda budaya juga rutin diselenggarakan, seperti peringatan hari jadi organisasi, HUT Provinsi Lampung, safari seni budaya ke kabupaten/kota, hingga kegiatan tradisi seperti Suroan.
Perwakilan komunitas Reog, Rendy, mengaku bangga dapat tampil bersama rekan-rekan seniman dari berbagai daerah di Lampung untuk menghibur masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Reog Ponorogo sebagai warisan budaya bangsa harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda melalui pembinaan sejak dini.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jamur Kesuma Provinsi Lampung, Budi Nuryanto, mengajak para pecinta Reog untuk tetap mencintai budaya lokal. Ia menambahkan bahwa setiap kegiatan resmi Jamur Kesuma selalu menampilkan Tari Sigeh Penguten yang dibawakan oleh generasi muda sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.( Red/Ato ).











