DEMOKRASINEWS, Mesuji – Siang itu, langit Mesuji yang biasanya lengang mendadak bergetar. Suara gemuruh dari udara memecah keheningan Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Rabu (11/2/2026). Warga yang berada di sekitar ruas tol menengadah, mencoba memastikan apa yang baru saja melintas cepat di atas kepala mereka.
Dua pesawat tempur TNI Angkatan Udara—Super Tucano dan F-16—meluncur rendah sebelum akhirnya menyentuh aspal tol yang untuk pertama kalinya difungsikan sebagai landasan pacu alternatif.
Beberapa warga yang menyaksikan dari kejauhan tak kuasa menyembunyikan rasa takjub. Ponsel-ponsel terangkat, merekam momen langka tersebut. Tidak setiap hari jalan tol berubah menjadi runway militer.

“Suara mesinnya keras sekali, sampai terasa di dada,” ujar Andi (34), warga setempat yang sengaja datang setelah mendengar informasi uji coba tersebut. “Biasanya kami lihat pesawat di televisi. Ini benar-benar di depan mata.”
Pendaratan berlangsung mulus. Roda pesawat menyentuh permukaan aspal dengan presisi tinggi. Di balik atraksi yang memukau itu, tersimpan latihan serius dalam kerangka pertahanan negara.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan yang hadir di lokasi menyebut uji coba ini sebagai bagian dari konsep sistem pertahanan semesta.
“Ini pertama kalinya dilakukan uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Konsep pertahanan semesta menempatkan seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari sistem pertahanan, bukan hanya militer. Jalan tol—yang sehari-hari menjadi jalur mobilitas ekonomi dan masyarakat—kini diuji sebagai infrastruktur strategis dalam situasi darurat.
Bagi sebagian warga, momen ini bukan sekadar latihan militer. Ada rasa bangga yang tumbuh ketika daerah mereka menjadi bagian dari agenda nasional.
“Bangga juga, daerah kami dipilih untuk latihan seperti ini,” kata Siti (42), yang datang bersama anaknya untuk menyaksikan dari kejauhan. “Anak saya jadi tahu seperti apa pesawat tempur sebenarnya.”
Uji coba ini melibatkan Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, TNI AU, Hutama Karya selaku operator tol, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar. Di balik koordinasi yang rapi, ada pesan kuat tentang kesiapsiagaan dan kolaborasi.
Saat kedua pesawat kembali lepas landas dan suara gemuruh perlahan menjauh, suasana pun berangsur normal. Aspal tol kembali sunyi, seolah tak pernah menjadi landasan jet tempur beberapa menit sebelumnya.
Namun bagi warga Mesuji yang menyaksikan langsung, siang itu akan menjadi cerita yang sulit dilupakan, tentang hari ketika jalan tol berubah menjadi panggung kekuatan udara Indonesia.(Red/Prie)











