DEMOKRASINEWS,Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat serta viralnya video truk bermuatan berat yang terjebak di jembatan ambles di Desa Tanjung Kesuma, Kecamatan Purbolinggo.
Mewakili Bupati Lampung Timur, Asisten III Wirham Riadi bersama Kepala Bappeda Agusrina Syaka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Primadiatha Ramadheni, Kepala Dinas Perhubungan Wanruslan Abdul Gani, Camat Purbolinggo Amir Hamsah, Kepala Desa Tanjung Kesuma Sugianto, serta perangkat desa setempat, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan, Senin (19/01/2026).

Kepala Dinas PU Lampung Timur, Primadiatha Ramadheni, menjelaskan bahwa secara struktur gorong-gorong jembatan tidak mengalami kerusakan. Permasalahan utama terjadi pada lapisan permukaan jalan yang terkikis akibat dilalui kendaraan bermuatan berat, sementara umur beton belum mencapai kekuatan maksimal.
“Umur beton baru sekitar dua minggu dan belum mencapai 28 hari, sehingga kekuatannya belum 100 persen. Akibatnya, saat dilalui kendaraan berat, permukaan jalan mengalami ambles,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan agar kondisi jembatan kembali normal. Namun, dukungan masyarakat dan pemerintah desa sangat dibutuhkan untuk memastikan jembatan tidak kembali dilalui kendaraan bermuatan berat sebelum beton benar-benar kuat.
“Kami mohon bantuan masyarakat dan pemerintah desa setempat untuk memportal sementara hingga umur beton mencapai kekuatan maksimal. Ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Timur, Agusrina Syaka, menegaskan bahwa penanganan jembatan ambles tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan akan dilakukan secara terkoordinasi.
“Ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya dilakukan secara cepat dan terencana melalui koordinasi lintas OPD agar perbaikan berjalan optimal serta tidak menimbulkan risiko keselamatan,” katanya.
Camat Purbolinggo, Amir Hamsah, menambahkan bahwa meskipun struktur bangunan jembatan masih utuh, kondisi saat ini belum layak dilalui kendaraan dengan beban besar.
“Ini merupakan jalur utama masyarakat sehingga kami tidak memungkinkan untuk memportal terlalu lama. Namun faktanya, kondisi jembatan belum aman karena masih banyak kendaraan berat yang melintas. Portal sebenarnya belum layak dibuka,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermuatan berat, untuk mematuhi pembatasan yang telah ditetapkan demi keselamatan dan kelancaran proses perbaikan. Pemkab memastikan penanganan jembatan akan dilakukan secepat mungkin agar akses utama masyarakat kembali normal dan aman digunakan.(Red/Prie)











