• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ketika Hujan Membawa Lahar: Kisah Warga Pasirian Bertahan di Tengah Kepungan Material Semeru

DemokrasiNews
07/11/2025
in Peristiwa, Desa, Nasional
Ketika Hujan Membawa Lahar: Kisah Warga Pasirian Bertahan di Tengah Kepungan Material Semeru

DEMOKRASINEWS, Lumajang Jawa Timur,- Hujan deras mulai turun sejak siang itu, Rabu (5/11/2025). Langit di wilayah lereng Gunung Semeru tampak pekat, seolah menyimpan sesuatu yang tak bisa ditahan lagi. Di rumah-rumah sederhana Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, sebagian warga masih beraktivitas seperti biasa. Namun, beberapa dari mereka yang telah berkali-kali merasakan amukan Semeru mulai memeriksa arus sungai yang membelah desa.

“Kami sudah hafal tanda-tandanya,” tutur Rudi (37), ayah dua anak yang rumahnya berada sekitar 200 meter dari bantaran. “Kalau hujan deras di atas sana, batang-batang pohon dan batu pasti ikut turun.”

Dan benar saja, sekitar pukul 14.00 WIB, suara gemuruh terdengar dari arah sungai. Awalnya seperti suara truk berat dari kejauhan. Namun semakin lama, suaranya berubah menjadi dentuman panjang, seolah batu-batu besar tengah berguling dan saling bertubrukan. Itulah tanda bahwa banjir lahar dingin dari Gunung Semeru telah turun, membawa material vulkanik yang tersimpan di puncak dan aliran lava bekas letusan.

Ketika Hujan Membawa Lahar: Kisah Warga Pasirian Bertahan di Tengah Kepungan Material Semeru Ketika Hujan Membawa Lahar: Kisah Warga Pasirian Bertahan di Tengah Kepungan Material Semeru Ketika Hujan Membawa Lahar: Kisah Warga Pasirian Bertahan di Tengah Kepungan Material Semeru
Ketika Hujan Membawa Lahar: Kisah Warga Pasirian Bertahan di Tengah Kepungan Material Semeru

Arus Batu dan Lumpur Mengisolasi Warga

Dalam hitungan menit, sungai berubah menjadi aliran pekat berwarna kelabu. Batu-batu besar meluncur bercampur dengan pasir dan air, menyapu ladang warga. Masyarakat di Desa Gondoruso dan Desa Bades panik. Ada yang berlari menyelamatkan ternak, ada yang hanya sempat membawa anak-anak keluar menuju jalan yang lebih tinggi.

Sebanyak 1.211 kepala keluarga terisolir.

Akses jalan utama yang menghubungkan kedua desa terputus total. Dua unit dump truk yang kebetulan berada di jalur itu terjebak, tak dapat bergerak karena tanah di bawahnya telah berubah menjadi lumpur tebal. Sementara itu, sekitar 30 hektare lahan pertanian yang selama ini menjadi sandaran hidup warga tertimbun material.

Samsuri (58), seorang petani bawang, hanya bisa memandangi ladangnya yang tertutup. “Tanah ini saya garap sejak muda. Kalau begini, entah kapan bisa mulai lagi,” ucapnya, suaranya pelan namun tegas, seolah ia sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap kuat.

Gerak Cepat di Tengah Situasi Tak Pasti

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang sesegera mungkin diterjunkan ke lokasi. Mereka membantu warga menyeberang, memastikan area bantaran aman dari ancaman susulan, serta melakukan pendataan awal.
Koordinasi dilakukan dengan PUSDA Jawa Timur UPT Lumajang, Forkopimca Pasirian, dan aparat desa. Jalur komunikasi dijaga agar informasi tidak simpang siur.

Melihat situasi yang berkembang cepat, Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor. Status itu berlaku 5–11 November 2025, untuk mempercepat penanganan kebutuhan mendesak: pengerahan alat berat, logistik, hingga penyiapan titik pengungsian sementara.

Pada Kamis (6/11/2025), kondisi banjir perlahan surut. Namun tidak serta-merta menghapus kecemasan warga. Banyak yang masih menunggu kepastian—apakah lahar akan turun lagi, apakah ladang masih bisa diselamatkan, apakah rumah mereka masih aman untuk ditempati.

Antara Bertahan dan Berharap

Di sebuah sudut pengungsian darurat, anak-anak terlihat bermain dengan tanah lembut, seakan bencana hanyalah hujan besar biasa. Di sisi lain, orang tua mereka menghitung ulang masa depan: biaya hidup, panen yang tertunda, pendapatan yang hilang.

Namun di balik itu semua, yang paling terasa adalah kekuatan komunitas. Warga saling meminjamkan selimut, menyalakan dapur umum, saling menguatkan satu sama lain.

“Semeru sudah seperti keluarga,” kata seorang relawan yang ikut berjaga. “Kadang memberi, kadang meminta kembali. Yang bisa kita lakukan hanya berjaga dan saling menjaga.”

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada, karena banjir lahar dingin bukan hanya terjadi saat letusan, tetapi kapan saja ketika hujan intens turun di bagian hulu. Warga diminta tidak mendekati bantaran sungai, dan selalu memperbarui informasi dari BPBD dan PVMBG.

Peristiwa itu mengingatkan bahwa hidup di lereng gunung adalah hidup berdampingan dengan alam dengan segala kemurahan dan ketidakterdugaannya. Namun dari sana pula terlihat kekuatan manusia: saling menjaga, saling menguatkan, dan tetap memilih untuk berharap. (Red/Rls BNPB)


Berita Terkini

Bobol Atap Toko, Komplotan Pencuri Emas Antam dan Uang Rp28 Juta Dibekuk Polisi di Lampung Utara
Hukum & Kriminal

Bobol Atap Toko, Komplotan Pencuri Emas Antam dan Uang Rp28 Juta Dibekuk Polisi di Lampung Utara

DemokrasiNews
25/07/2026
Zulhas: HPN dan Porwanas 2027 Harus Tinggalkan Warisan Nyata bagi Lampung
Advertorial

Zulhas: HPN dan Porwanas 2027 Harus Tinggalkan Warisan Nyata bagi Lampung

DemokrasiNews
24/07/2026
Dokter Muda UI yang Ditemukan Meninggal di Kota Metro Dipastikan Wafat karena Sakit, Kemenkes: Penyakit Tidak Dapat Diungkap ke Publik
Advertorial

Dokter Muda UI yang Ditemukan Meninggal di Kota Metro Dipastikan Wafat karena Sakit, Kemenkes: Penyakit Tidak Dapat Diungkap ke Publik

DemokrasiNews
23/07/2026
Lampung Menuju Panggung Nasional, Ruby Chairani Nyatakan Dukungan Penuh untuk HPN dan Porwanas 2027
Advertorial

Lampung Menuju Panggung Nasional, Ruby Chairani Nyatakan Dukungan Penuh untuk HPN dan Porwanas 2027

DemokrasiNews
23/07/2026
BGN, Pemkab dan Kejari Lampung Utara Perkuat Tata Kelola Program MBG, Gandeng BUMDes
Advertorial

BGN, Pemkab dan Kejari Lampung Utara Perkuat Tata Kelola Program MBG, Gandeng BUMDes

DemokrasiNews
22/07/2026
Hot News: Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Berobat Jantung ke Luar Negeri
Peristiwa

Hot News: Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Berobat Jantung ke Luar Negeri

DemokrasiNews
22/07/2026

Related News

6 Kabupaten di Jateng Tutup Semua Destinasi Wisata Selama Tahun Baru

6 Kabupaten di Jateng Tutup Semua Destinasi Wisata Selama Tahun Baru

31/12/2020
Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes Merah Putih dan KNMP, Rekrutmen Tanpa Pungutan Biaya

Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes Merah Putih dan KNMP, Rekrutmen Tanpa Pungutan Biaya

17/04/2026
Posting Foto Bersama Calon Bupati, Staf THLS di Pesawaran Panen Urusan

Posting Foto Bersama Calon Bupati, Staf THLS di Pesawaran Panen Urusan

01/11/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/