DEMOKRASINEWS, Jakarta, 6 Juni 2026 – Suasana syukur menyelimuti jamaah haji Kloter JKG 7 asal Bandar Lampung yang tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) pukul 08.08 WIB. Di balik kepulangan yang lancar tersebut, terdapat kerja sama solid antara tim kesehatan, petugas kloter, pembimbing ibadah, serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang selama pelaksanaan ibadah haji berupaya menjaga kesehatan dan kenyamanan jamaah.
Meski menghadapi berbagai tantangan kesehatan selama berada di Tanah Suci, seluruh jamaah Kloter JKG 7 dapat menjalani rangkaian ibadah dengan baik tanpa ada yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Dokter Kloter JKG 7, dr. Andhika Arie Prasetya, mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen jamaah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) berupa batuk dan pilek. Sementara sisanya mengalami keluhan seperti gangguan jantung ringan, pegal-pegal akibat kelelahan, dan penyakit ringan lainnya.

“Alhamdulillah, seluruh kondisi jamaah dapat kami kendalikan dan layani dengan baik. Tidak ada jamaah yang sampai harus dirujuk ke rumah sakit karena seluruh keluhan dapat ditangani oleh tim kesehatan kloter,” ujar dr. Andhika.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur petugas haji yang bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan jamaah tetap sehat selama menjalankan ibadah.
“Saya bangga dengan tim kesehatan yang bekerja penuh dedikasi dan mengedepankan kerja sama tim. Kami berupaya agar seluruh keluhan jamaah dapat terlayani dengan maksimal, meskipun harus bolak-balik melayani jamaah yang menempati dua hotel berbeda,” katanya.
Selain pelayanan kesehatan, edukasi dini mengenai pola hidup sehat selama berhaji juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi jamaah. Sosialisasi mengenai pentingnya istirahat, konsumsi cairan yang cukup, penggunaan masker, hingga menjaga kebersihan diri terus dilakukan sejak awal keberangkatan.
Dukungan penuh dari petugas kloter membuat jamaah semakin sadar untuk menjaga kesehatan secara mandiri selama menjalankan rangkaian ibadah yang padat.
Salah seorang jamaah asal Bandar Lampung, Rossy, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan tim kesehatan dan petugas kloter.
“Tim kesehatan Bandar Lampung memberikan pelayanan yang luar biasa. Petugas kloter juga bekerja sangat baik dan selalu hadir ketika jamaah membutuhkan bantuan. Saya merasa sangat terbantu selama menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Di tengah tingginya angka kasus batuk dan pilek yang dialami jamaah, dr. Andhika menyampaikan guyonan yang kerap terdengar di kalangan jamaah.
“Di Tanah Suci, hanya unta dan tiang listrik yang tidak batuk dan flu,” katanya sambil tersenyum.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi pada musim haji karena jutaan orang dari berbagai negara berkumpul dalam satu lokasi dengan aktivitas fisik yang sangat tinggi.
Menurut dr. Andhika, vaksin influenza yang telah diberikan kepada jamaah sebelum keberangkatan memang tidak sepenuhnya mencegah seseorang terkena flu. Namun vaksin terbukti membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit.
“Jamaah yang sudah mendapatkan vaksin influenza tetap berpotensi terkena flu. Bedanya, gejala yang muncul biasanya lebih ringan dibandingkan mereka yang belum divaksin,” jelasnya.
Berdasarkan pengamatannya, peningkatan kasus batuk dan pilek umumnya terjadi setelah pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kondisi tersebut dipicu oleh kelelahan fisik, kurangnya waktu istirahat, serta padatnya aktivitas ibadah yang dijalani jamaah.
Meski demikian, semangat kebersamaan dan pelayanan yang solid dari seluruh petugas menjadi kunci keberhasilan Kloter JKG 7 Bandar Lampung dalam menjaga kesehatan jamaah hingga kembali ke Tanah Air.
Kepulangan seluruh jamaah dalam kondisi aman dan terkendali menjadi bukti bahwa kerja sama, pelayanan yang tulus, serta edukasi kesehatan yang berkesinambungan mampu memberikan rasa nyaman dan perlindungan bagi jamaah selama menunaikan ibadah haji.
“Haji bukan hanya tentang perjalanan spiritual, tetapi juga tentang bagaimana kebersamaan dan kepedulian mampu menjaga setiap langkah jamaah hingga kembali pulang dengan selamat.” ( Red/Laporan Agustobationo dari Bandara Soetta Jakarta )











