• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi

DemokrasiNews
13/12/2024
in Nasional
Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi

DEMOKRASINEWS, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar acara dengan tema “Pegawai Kementerian Pertanian Siap Menegakkan Budaya Antikorupsi Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan.” Peringatan ini menjadi momentum penting bagi Kementan untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi serta memperkuat integritas di kalangan pegawai, sejalan dengan visi dan misi pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, kembali menegaskan keseriusannya dalam memberantas korupsi di lingkungan Kementan. Dalam pidatonya, Mentan Amran menyampaikan pesan tegas yang juga disertai simbol-simbol yang menggugah kesadaran. Salah satunya adalah dengan membagikan sajadah dan tikus dalam sangkar kepada beberapa pejabat yang dianggap memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan di Kementan.

“Saat beribadah dengan sajadah, ingatlah bahwa perilaku korupsi bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga, pasangan, dan anak-anak Anda,” ujar Mentan Amran di hadapan para peserta peringatan. Beliau juga mengingatkan, “Jika setelah diingatkan masih ada yang berperilaku melanggar hukum, maka nasibnya akan seperti tikus dalam sangkar, terisolasi dan tidak bisa bertemu keluarga atau siapapun.” Tikus dalam sangkar tersebut, lanjutnya, melambangkan para pelaku korupsi yang merusak tatanan negara dan merugikan rakyat Indonesia. Bahkan, menurutnya, keluarga dari pelaku korupsi pun akan merasakan dampak buruk berupa sanksi sosial.

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi
Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi

Mentan Amran menegaskan bahwa, untuk mencapai swasembada pangan, Kementan harus terhindar dari praktik korupsi yang dapat menghambat kemajuan institusi. “Jika kita berhasil membentengi pegawai dari korupsi, Kementan akan terhormat dan kita pun bisa memenuhi amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujarnya.

Selain penegasan komitmen antikorupsi, peringatan Hakordia 2024 juga dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Puspita Tani. Aplikasi ini merupakan inovasi digital yang diluncurkan oleh Mentan Amran bersama Inspektur Jenderal Kementan, Komjen Setyo Budiyanto. Puspita Tani bertujuan untuk mempermudah masyarakat dan pegawai dalam mengakses layanan informasi pertanian, serta menyediakan wadah pengaduan berbasis WhatsApp Messenger yang langsung terhubung dengan Kementan.

Mentan Amran berharap aplikasi ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sektor pertanian di Indonesia. Dengan adanya platform ini, masyarakat bisa lebih mudah melaporkan berbagai permasalahan di sektor pertanian secara langsung, tanpa melalui prosedur yang rumit. Ini adalah bagian dari komitmen Kementan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menjaga tata kelola yang bersih dan bebas dari korupsi.

Komjen Setyo Budiyanto, Inspektur Jenderal Kementan, dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di Kementan tidak hanya dilakukan secara sporadis, tetapi juga melalui pembudayaan nilai-nilai antikorupsi di seluruh jajaran pegawai dan pimpinan. “Kami secara konsisten melaksanakan pencegahan korupsi di lingkungan Kementan dengan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan internalisasi nilai-nilai antikorupsi bagi seluruh pegawai dan pimpinan. Ini adalah bagian dari langkah preventif untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap aspek tugas dan fungsi Kementan,” ujar Komjen Setyo.

Dia menambahkan, bahwa Inspektorat Jenderal Kementan akan terus berfokus pada peningkatan sistem pengawasan dan pembinaan, untuk memastikan bahwa seluruh program dan kebijakan yang dijalankan di Kementan dapat terhindar dari potensi penyalahgunaan wewenang. Langkah ini diambil untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga ini, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi.

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan ini menunjukkan komitmen serius dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementan untuk terus memberantas korupsi dan membangun budaya integritas. Dengan diluncurkannya aplikasi Puspita Tani dan konsistennya upaya pencegahan korupsi oleh Inspektorat Jenderal, diharapkan dapat terwujud lingkungan yang bersih dari korupsi dan mendorong keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Melalui langkah-langkah ini, Kementan bertekad untuk menjaga kepercayaan publik dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. (Red/Rls Humas Kementerian Pertanian RI)


Berita Terkini

Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes Merah Putih dan KNMP, Rekrutmen Tanpa Pungutan Biaya
Advertorial

Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes Merah Putih dan KNMP, Rekrutmen Tanpa Pungutan Biaya

DemokrasiNews
17/04/2026
“Baru 6 Hari Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Suap Nikel”
Hukum & Kriminal

“Baru 6 Hari Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Terkait Dugaan Suap Nikel”

DemokrasiNews
17/04/2026
Uang Korupsi Tol Lampung Rp7,8 Miliar Dipamerkan, Kejati Ungkap Kasus Terpeka
Hukum & Kriminal

Uang Korupsi Tol Lampung Rp7,8 Miliar Dipamerkan, Kejati Ungkap Kasus Terpeka

DemokrasiNews
17/04/2026
Gemerlap Malam di Bandar Sribhawono: Ribuan Warga Semarakkan Pembukaan HUT ke-27 Lampung Timur
Advertorial

Gemerlap Malam di Bandar Sribhawono: Ribuan Warga Semarakkan Pembukaan HUT ke-27 Lampung Timur

DemokrasiNews
15/04/2026
“Jalan Harapan dari Timur Lampung: Antara Pembangunan dan Tuntutan Kualitas”
Peristiwa

“Jalan Harapan dari Timur Lampung: Antara Pembangunan dan Tuntutan Kualitas”

DemokrasiNews
10/04/2026
Pembangunan Jalan Rp40 Miliar Dikerjakan, Pejabat Daerah Kompak Tak Hadir
Desa

Pembangunan Jalan Rp40 Miliar Dikerjakan, Pejabat Daerah Kompak Tak Hadir

DemokrasiNews
10/04/2026

Related News

Mingrum Gumay : 4 Kader PDI-Perjuangan Mendapat Penghargaan ITERA

Mingrum Gumay : 4 Kader PDI-Perjuangan Mendapat Penghargaan ITERA

06/10/2021
Dieng Culture Festival 2020 Digelar Virtual, Ganjar Ikut Siarkan di Akun Facebooknya

Dieng Culture Festival 2020 Digelar Virtual, Ganjar Ikut Siarkan di Akun Facebooknya

17/09/2020
Polisi Polres Lampung Timur Lumpuhkan Pelaku Curanmor

Polisi Polres Lampung Timur Lumpuhkan Pelaku Curanmor

14/07/2021

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/