• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
Demokrasinews.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Tokoh
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Advertorial
No Result
View All Result
Demokrasinews.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi

DemokrasiNews
13/12/2024
in Nasional
Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi

DEMOKRASINEWS, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar acara dengan tema “Pegawai Kementerian Pertanian Siap Menegakkan Budaya Antikorupsi Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan.” Peringatan ini menjadi momentum penting bagi Kementan untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi serta memperkuat integritas di kalangan pegawai, sejalan dengan visi dan misi pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, kembali menegaskan keseriusannya dalam memberantas korupsi di lingkungan Kementan. Dalam pidatonya, Mentan Amran menyampaikan pesan tegas yang juga disertai simbol-simbol yang menggugah kesadaran. Salah satunya adalah dengan membagikan sajadah dan tikus dalam sangkar kepada beberapa pejabat yang dianggap memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan di Kementan.

“Saat beribadah dengan sajadah, ingatlah bahwa perilaku korupsi bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga, pasangan, dan anak-anak Anda,” ujar Mentan Amran di hadapan para peserta peringatan. Beliau juga mengingatkan, “Jika setelah diingatkan masih ada yang berperilaku melanggar hukum, maka nasibnya akan seperti tikus dalam sangkar, terisolasi dan tidak bisa bertemu keluarga atau siapapun.” Tikus dalam sangkar tersebut, lanjutnya, melambangkan para pelaku korupsi yang merusak tatanan negara dan merugikan rakyat Indonesia. Bahkan, menurutnya, keluarga dari pelaku korupsi pun akan merasakan dampak buruk berupa sanksi sosial.

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi
Peringatan Hakordia 2024 di Kementan: Mentan Amran Bagikan Sajadah dan Tikus sebagai Simbol Komitmen Antikorupsi

Mentan Amran menegaskan bahwa, untuk mencapai swasembada pangan, Kementan harus terhindar dari praktik korupsi yang dapat menghambat kemajuan institusi. “Jika kita berhasil membentengi pegawai dari korupsi, Kementan akan terhormat dan kita pun bisa memenuhi amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujarnya.

Selain penegasan komitmen antikorupsi, peringatan Hakordia 2024 juga dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Puspita Tani. Aplikasi ini merupakan inovasi digital yang diluncurkan oleh Mentan Amran bersama Inspektur Jenderal Kementan, Komjen Setyo Budiyanto. Puspita Tani bertujuan untuk mempermudah masyarakat dan pegawai dalam mengakses layanan informasi pertanian, serta menyediakan wadah pengaduan berbasis WhatsApp Messenger yang langsung terhubung dengan Kementan.

Mentan Amran berharap aplikasi ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sektor pertanian di Indonesia. Dengan adanya platform ini, masyarakat bisa lebih mudah melaporkan berbagai permasalahan di sektor pertanian secara langsung, tanpa melalui prosedur yang rumit. Ini adalah bagian dari komitmen Kementan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menjaga tata kelola yang bersih dan bebas dari korupsi.

Komjen Setyo Budiyanto, Inspektur Jenderal Kementan, dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di Kementan tidak hanya dilakukan secara sporadis, tetapi juga melalui pembudayaan nilai-nilai antikorupsi di seluruh jajaran pegawai dan pimpinan. “Kami secara konsisten melaksanakan pencegahan korupsi di lingkungan Kementan dengan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan internalisasi nilai-nilai antikorupsi bagi seluruh pegawai dan pimpinan. Ini adalah bagian dari langkah preventif untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap aspek tugas dan fungsi Kementan,” ujar Komjen Setyo.

Dia menambahkan, bahwa Inspektorat Jenderal Kementan akan terus berfokus pada peningkatan sistem pengawasan dan pembinaan, untuk memastikan bahwa seluruh program dan kebijakan yang dijalankan di Kementan dapat terhindar dari potensi penyalahgunaan wewenang. Langkah ini diambil untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga ini, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi.

Peringatan Hakordia 2024 di Kementan ini menunjukkan komitmen serius dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementan untuk terus memberantas korupsi dan membangun budaya integritas. Dengan diluncurkannya aplikasi Puspita Tani dan konsistennya upaya pencegahan korupsi oleh Inspektorat Jenderal, diharapkan dapat terwujud lingkungan yang bersih dari korupsi dan mendorong keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Melalui langkah-langkah ini, Kementan bertekad untuk menjaga kepercayaan publik dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. (Red/Rls Humas Kementerian Pertanian RI)


Berita Terkini

Evaluasi Besar-Besaran Program MBG Picu Kekhawatiran Investor
Nasional

Evaluasi Besar-Besaran Program MBG Picu Kekhawatiran Investor

DemokrasiNews
09/06/2026
SPMB Online dan Tantangan Literasi Digital, Disdikbud Lampung Perkuat Pendampingan Masyarakat
Pendidikan

SPMB Online dan Tantangan Literasi Digital, Disdikbud Lampung Perkuat Pendampingan Masyarakat

DemokrasiNews
07/06/2026
SPMB Online di Lampung Dikeluhkan Wali Murid, Keluarga Kurang Mampu Mengaku Kesulitan Akses Pendaftaran
Pendidikan

SPMB Online di Lampung Dikeluhkan Wali Murid, Keluarga Kurang Mampu Mengaku Kesulitan Akses Pendaftaran

DemokrasiNews
07/06/2026
Dari Armuzna hingga Tanah Air, Semangat Melayani Tak Pernah Padam
Edukasi

Dari Armuzna hingga Tanah Air, Semangat Melayani Tak Pernah Padam

DemokrasiNews
06/06/2026
Jejak Gajah, Jejak Harapan: Lampung Timur Siapkan Gerbang Wisata Baru Menuju Way Kambas
Wisata

Jejak Gajah, Jejak Harapan: Lampung Timur Siapkan Gerbang Wisata Baru Menuju Way Kambas

DemokrasiNews
05/06/2026
Perbedaan Diselesaikan dengan Kebersamaan, Way Rarem Kirim Pesan Penting tentang Perdamaian
Edukasi

Perbedaan Diselesaikan dengan Kebersamaan, Way Rarem Kirim Pesan Penting tentang Perdamaian

DemokrasiNews
05/06/2026

Related News

Pemerintah Bahas Capaian Satu Tahun Bidang ESDM bersama Media di Istana

Pemerintah Bahas Capaian Satu Tahun Bidang ESDM bersama Media di Istana

26/10/2025
Tim Tekab 308 Anti Begal Polres Lampung Timur Berhasil Amankan Pelaku Curat

Tim Tekab 308 Anti Begal Polres Lampung Timur Berhasil Amankan Pelaku Curat

30/04/2022
Secara Mendadak, Pejabat Lingkup Pemkab Lampung Utara Dilakukan Tes Urine

Secara Mendadak, Pejabat Lingkup Pemkab Lampung Utara Dilakukan Tes Urine

10/12/2020

Laman

  • Privacy Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Beranda

© 2025 DemokrasiNews.co.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Nasional
  • Tokoh
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Zona Wakil Rakyat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Olahraga

© 2025 DemokrasiNews.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Hayoo.... Mau Copas Ya? :D
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
https://demokrasinews.co.id/