DEMOKRASINEWS: LamTim–Pengusaha rumahan pembuatan ikan asapan banyak di jumpai di Desa Kebundamar, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, sedikitnya 20 Kepala Keluarga (KK) melakoni usaha pengasapan ikan laut. Jumat (26/6/2020).
Seperti yang dilakoni oleh pasangan suami istri Sugianto dan Solekah, penghasilan utama untuk kebutuhan hidupnya hanya membuat ikan asapan dan dipasarkan sendiri,”saya membuat membuat ikan asapan sudah sejak tahun 2000 silam”.ujar ibu dua anak itu.
Solekah menjelaskan jenis ikan yang di asap yaitu, jenis Pare, Cucot dan ikan krisi, tiga jenis ikan laut itu dia dapat dari laut Labuhan Maringgai, melalui pelanggannya, sehari Solekah memproduksi ikan asapan sebanyak 2 kuintal,”modal yang kami keluarkan setiap hari unuk membeli ikan laut sebesar 2juta an”.terang perempuan 35 tahun itu.
Pengalaman membuat ikan asapan yang dimiliki Solekah sudah tidak diragukan, sudah sejak dirinya duduk di bangku SMP atau usia belasan tahun Solekah melakoni usaha rumahan tersebut, bahkan dirinya tidak lulus SMP berhenti pada saat duduk di bangku kelas 2 SMP karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya waktu itu,”iya awalnya dulu saya membantu kakak saya membuat ikan asapan, hingga saya menekuni sampai menjadi penghasilan sampai saat ini”.terang Solekah.
Sementara itu, Sugiono suami Solekah mengatakan untuk membuat ikan asalan sebenarnya tidak begitu membutuhkan tenaga ekstra namun memerlukan waktu ekstra, dirinya membuat ikan asapan sebanyak 2 kuintal selesai dikerjakan dari pukul 5 sore hingga tengah malam,”minimal jam 11 malam baru kelar membuat ikan asapan”.kata Sugianto.
Lanjut Sugianto, pagi harinya Sugianto memasarkan ikan asapan buatannya di pasar pasar tradisional yang ada di Lampung Timur, keuntungan dari usaha rumahan yang di lakoninya tidak lebih dari 10 persen,”setiap hari dari modal 2 juta keuntungan yang kami dapat 200 ribu, itu kalau dagangan habis”.terang Sugianto.
Sugianto mengakui di Desa Kebundamar bukan dirinya saja yang melakoni usaha rumahan membuat ikan asapan melainkan ada 20 an KK yang melakoni usaha tersebut termasuk keluarga besarnya di desa tersebut juga melakoni usaha ikan asapan.
Pewarta – Susan.
Tim Editor / Redaksi : Andono











