DEMOKRASINEWS : Lampung Timur – Meskipun saat ini di wilayah Lampung Timur lahan pertanian dan perkebunan masih cukup luas,namun tidak ada salahnya jika dalam sistem tanam tumpangsari dilakukan. Salah satunya yang dilakukan seorang warga Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting bernama Sandi Yudha.
Meski saat ini sibuk dengan aktivitasnya sebagai pengurus salah satu partai politik,soal bertani tidak akan ditinggalkan. Sebab sejak kecil oleh orang tuanya,ia sudah diberikan bekal dan pesan jika hidup ini tidak terlepas dari kehidupan petani. Ketahanan pangan akan tercukupi jika masih ada yang bertani. Namun saat ini tergerus jaman modern banyak anak muda gengsi untuk menjadi petani. Namun bagi diri saya bertani itu sehat dan hasilnya menjanjikan, ” jelas Sandi.
Ketika ditemui di perkebunan pepaya miliknya, Sabtu pagi ( 13/06/20 ) ia menjelaskan,kebun pepaya miliknya juga di tanam beberapa tanaman lain,seperti jeruk dan kencur. “Sebenernya ini konsep tanaman tumpang sari,awalnya saya berkeinginan mempunyai kebun jeruk jenis kepruk BW yang saat ini mempunyai pangsa pasar tersendiri di masyarakat,lalu saya mencoba menanam jeruk dengan ukuran 4 meter x 4 meter di lahan dua hektare.

Namun setelah tanaman jeruk berumur enam bulan,saya pikir untuk menunggu tanaman jeruk berbuah butuh waktu 3,6 tahun kedepan. Karena tanaman jeruk jenis Keprok BW ini butuh waktu 4 tahun untuk memaksimalkan buahnya,kemudian saya berfikir masih ada kesempatan untuk bertanaman buah-buahan lainnya. Maka saya kembali menanam pepaya Calina (California Indonesia) di sela tanaman jeruk. Alhamdulillah kedua tanaman tersebut, tumbuh subur dan tanaman pepaya saat ini berusia lima bulan sudah mulai berbuah.
Dalam sistem tanam tumpangsari ini,saya memakai jarak tanam pepaya dengan ukuran 4 x 2.5 meter di sela-sela tanaman jeruk. Hal ini untuk memertimbangkan unsur sinar matahari bagi tanaman induk yakni jeruk. ” Lihat saja,saat ini pepaya Calina ini sudah berbuah cukup lebat dan sebagian besar sudah berbuah,namun untuk perkembangan tanaman jeruk tidak ada efek dan sampai saat ini masih stabil pertumbuhannya, ” jelas Sandi.
Ia juga menambahkan,saat ini saya mulai mencoba menanam rempah-rempah jenis kencur tepat berada di sekeliling batang jeruk dan pepaya dengan harapan memberikan tambahan penghasilan, kan lumayan” ujarnya sembari tertawa.

Pria yang akrap disapa Bang Yudha ini menjelaskan,dalam bertani juga harus memperhitungkan nilai ekonomis serta memiliki estimasi penghitungan. Karena untuk tumpang sari jenis tanaman pepaya hanya bisa dilakukan satu kali dengan masa produktif selama dua tahun sambil menunggu jeruk berubuah.Untuk pemanenan buah pepaya jenis Calina ini dapat dipetik 4 -7 hari setiap minggu selama masa produktif.
Sementara untuk tanaman rempah-rempah jenis kencur bisa dilakukkan terus-menerus pada sekeliling tanaman jeruk,untuk umur panen bisa dilakukan satu tahun sekali sehingga efisiensi pemanfaatan lahan bisa masksimal. Kalau untuk penghasilan yang jelas prospeknya sangat bagus,insyaallah ketika panen bagus dapat menghasilkan pendapatan yang bagus juga,” ujarnya.
Editor / Redaksi : DemokrasiNews











