DEMOKRASINEWS, Lampung Timur – Warga Desa Asahan Kecamatan Jabung Lampung Timur yang tempat tinggalnya di pinggiran Sungai Way Sekampung dan notabenya adalah Nelayan itu mengaku kecewa terhadap Pemerintah, Selasa (10/11/2020).
Sungai Way Sekampung yang melintas dari Kecamatan Sekampung Udik, Marga Sekampung dan Jabung itu tercemar limbah hingga menimbulkan bau tak sedap dan racun, sehingga ikan yang berada di aliran sungai way Sekampung pada mati.
“Kami sangat kecewa terhadap pemerintah karena sudah berkali kali datang kesini namun limbah tetap saja masuk ke dalam sungai, sepertinya tidak ada tindakan dari pemerintah kepada perusahaan yang membuang limbah kesungai” Ujar Muhamad Husain salah satu nelayan tradisional dari desa Asahan.
Mashur juga mengatakan bahwa pihak pemerintah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah datang berkali kali untuk mengambil sample air sungai yang tercemar, namun yang mengherankan limbah masih tetap saja msuk ke sungai dan setiap harinya tambah parah.

Dengan adanya limbah yang mencemari aliran sungai way Sekampung ini berdampak tidak hanya ikan saja yang mati, tetapi tidak bisa di gunakan keperluan sehari-hari seperti untuk mandi. Bahkan ratusan nelayan setempat kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan.
“Kami juga sudah tidak berani menggunakan air sungai untuk masak dan minum, di musim kemarau saat sumur di desa kering semua Warga menggunakan air sungai untuk masak dan minum, sekarang jangan kan untuk minum, mandi saja di sungai kami sudah tidak berani lagi, karena kalau mandi di sungai badan kami gatal gatal semua” katanya.
Selain untuk mencari ikan, air dari sungai Way Sekampung itu juga buat aliran tanaman padi, jagung dan sayuran karena dampak limbah yang berada di aliran sungai itu dan hasilnya tanaman tanaman tersebut pucat.
Mashur bersama warga desa Asahan berharap pemerintah segera turun tangan dan betul betul mendengar aspirsi warga yang terdampak akibat pencemaran sungai Way Sekampung.
“Kami minta pemerintahan segera hentikan pabrik yang membuang limbah ke sungai, jangan menunggu masyarakat marah” tambahnya.
Pewarta: Anwar











