DEMOKRASINEWS, Lampung Selatan – Pihak Kontraktor Lokal Lampung Selatan (Lamsel) keluhkan kegiatan Pengadaan Langsung (PL) Dinas PUPR setempat yang banyak di berikan kepada kontraktor Luar Kabupaten, Selasa (15/9/2020).
Nasib kontraktor lokal kian hari makin memperhatikan, pasalnya banyak Pesahing dari kontraktor luar daerah, sehingga kontraktor lokal terpinggirkan dan menilai bahwa di dalam sana pasti ada permainan.
Dari informasi yang berhasil di himpun, ada puluhan kegiatan pengadaan langsung Dinas PUPR Lamsel telah Tayang di Lembaga Pengadaan Secara Electronik (LPSE) Lampung. Padahal, meski di tunjuk langsung oleh dinas, ada beberapa kontraktor tidak memiliki Perusahaan atau CV secara pribadi, tapi pinjam bahkan ada juga yang tidak tergabung didalam asosiasi.
Atas prihal itu, para kontraktor lokal pun berupaya menemui Kepala Dinas PUPR Lamsel untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut, namun selalu gagal karena Kepala Dinas PUPR Lamsel tidak pernah berada ditempat.
“Saya sudah berkali-kali kedinas untuk silaturahmi dengan kadis, tapi selalu nggak ada, tanya dengan staf jawabnya nggak tau, lagi dinas luarlah, pokoknya selalu nggak ketemu, bahkan di telpon aja nggak diangkat, terus kalau keg gini kami mau nanya kesiapa,” keluh salah seorang kontraktor asal Kalianda yang tak ingin namanya disebut.
“Niat saya kan mau ketemu kadis, selain silaturahmi saya mau nanyain soal kegiatan PL, kenapa kok kebanyakan dari luar, orang-orang Bandar Lampung lah, kebanyakan orang-orang luar semua yang dapat PL,” cetusnya.
Senada hal itu dipertegas oleh salah seorang kontraktor lokal Lamsel yang juga tidak ingin namanya disebut. Menurutnya, sistem kegiatan pengdaan langsung Dinas PUPR Lamsel terkesan ada permainan. Hal itu ia nilai dari caranya menentukan PL yang dilakukan dengan cara menunjuk langsung seperti tahun-tahun sebelumnya.
“PL itu wewenang dinas yang nunjuk siap-siapa rekanan yang akan mengerjakan pekerjaan itu, saat ini sudah ada yang dimenangkan, ada juga yang lagi proses pemberkasan dan ada juga yang sudah teken kontrak, parahnya lagi kebanyakan rekanan dari luar yang dapat, kalau mau lebih jelas buka aja situs LPSE Lampung, disitu jelas siapa-siapa yang dapat pekerjaan dan terlihat jelas orang mana saja,” tandasnya.
Hingga berita ini dirilis dan di terbitkan, Sahroni selaku Kepala Dinas PUPR Lamsel belum bisa di temui. Saat di hubungi melalui sambungan telpon dinomer 08137312xxx, Sahroni pun belum juga menjawab.
Pewarta : Nes
Editor : Roy Choiri











