Demokrasinews : Lampung Timur – Gajah jinak berjenis kelamin betina, dirawat Intensif di Rumah Sakit Gajah yang ada di Pusat Latihan Gajah (PLG), Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Perawatan tersebut sudah di lakukan selama tujuh hari. Jumat (14/8/2020).
Menurut keterangan Kepala RS Gajah TNWK Hesti diketahui binatang bertubuh tambun itu sakit, saat mahot (pawang)nya melihat Gajah peliharaannya tidak memiliki nafsu makan,”lalu pawang nya mengadu kepada kami, dan kami lakukan pemeriksaan medis”. Kata Hesti.
Setelah dilakukan cek medis, Gajah berusia 27 tahun itu mengalami gangguan pada pencernaan nya, sehingga nafsu makan nya berkurang, dan binatang dilindungi itu sudah menjalani perawatan intensif selama tujuh hari,”sudah habis air infus sebanyak 350 botol, tapi kondisi belum pulih”.Kata Kepala RS Gajah TNWK tersebut.
Hesti mengaku dalam satu bulan, dirinya sudah merawat secara insentif dua ekor gajah jinak, yang penyakitnya hampir mirip yakni persoalan pencernaan. Namun Hesti juga belum bisa menemukan penyebab dari penyakit tersebut,”di organ pencernaan nya mengalami luka, dan banyak bakteri sejenis cacing”.Terang nya.
Hal tersebut kata Hesti, terlihat dari kotoran yang dikeluarkan yaitu pada kotoran nya terdapat lendir bercampur darah, yang masih menjadi penyelidikan Hesti yaitu bakteri itu disebabkan dari apa?, masih menjadi penyelidikan secara medis,”karena rata rata gajah yang sakit soal pencernaan, baik gajah yang dirawat insentif atau yang menjalani rawat jalan”.Kata Hesti.
Sumber: Kupastuntas.co
Editor: Susan











