DEMOKRASINEWS – Puluhan warga Kampung Simpang Asam, Kecamatan Banjid, Kabupaten Way Kanan pada Selasa pagi tadi ( 2/6/2020) mendatangi Kantor Kecamatan Banjit.
Kedatangan rombongan yang didominasi kaum ibu tersebut di terima langsung oleh Sekretaris Camat dan beberapa staf Kecamatan. Turut dhadir dalam menerima puluhan warga tersebut, Kapolsek Banjit dan Anggota Koramil Banjit.
Dalam keluhannya, puluhan warga Kampung Simpang Asam menyampaikan pihak pemerintah kecamatan agar bisa membantu mereka agar untuk mengupayakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020.
Menurut Anjar, salah satu dari rombongan warga tersebut, mereka berhak mendapatkan program BLT. Salah satu alasan mereka datang ke kantor kecamatan karena kecewa dengan kinerja Kepala Kampung (Kakam) Simpang Asam dalam pembagian BLT.
” Puluhan warga tersebut menuding jika pembagian BLT tidak transparan sebab ada unsur kedekatan atau pun saudaranya aparat kampung yang mendapatkan sehingga kami anggap sistem nya tebang pilih dalam pembagian dana BLT. Bahkan ada salah satu kepala dusun yang juga dapat bagian dana BLT,” ujar salah satu warga.
Yang menyedihkan lagi, lanjut warga, di Kampung Simpang Asam cuma berjumlah 38 Kk yang terima BLT DD. “Padahal sepengetahuan kami ada dana 293 juta yang harus di bagikan kepada warga kampung terdampak covit-19,” terangnya.
Dana Desa Simpang Asam berjumlah 977 685 000, sehingga kaum ibu tersebut, mengancam akan menuntut Kapala Kampung Simpang Asam turun dari jabatannya. “Kalau masalah ini tidak dapat terselesaikan.Mereka menganggap, Kepala Kampung tidak mampu menjadi Pemimpin Simpang Asam,” pungkas mereka.
Pewarta : Rizal Arianto
Editor /Redaksi : Supriyono.











